Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”

Jihad

Tanya Jawab Kepada Lone Traveller

Penerjemah: Irfan Abu Naveed (Lajnah Tsaqafiyyah DPD II HTI Cianjur)

Sumber Tanya Jawab (Like):

FP Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah –Hafizhahullaah

Situs Resmi-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah –Hafizhahullaah

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wahai Syaikh kami Amir HT:

Kita berpandangan bahwa menegakkan Khilafah dan Jihad adalah dua kewajiban yang berbeda, membenarkan poin bahwa jihad tidak menjadi metode untuk menegakkan al-Khilafah. Dapatkah anda jelaskan perbedaan kewajiban tersebut? Semoga Allah menerima amal ibadah anda dan menganugerahi anda taufik untuk menjaga (pemikiran) umat ini dan:

(نحن نقول إن الجهاد فرض، والخلافة فرض، لكنَّ الجهاد ليس هو الطريقة لإقامة الخلافة… أرجو توضيح الأمر…)

“Kami katakan bahwa jihad hukumnya fardhu, dan Khilafah pun fardhu, akan tetapi jihad bukanlah metode untuk menegakkan al-Khilafah… Saya memohon penjelasan atas permasalahan ini…”

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Terdapat hal-hal pokok yang wajib dipahami dengan baik karena hal itu akan memperjelas jawaban:

Pertama, sesungguhnya dalil-dalil yang dicari untuk menggali suatu hukum syara’ untuk suatu masalah adalah dalil-dalil yang memang untuk masalah tersebut bukan dalil-dalil dalam masalah lainnya (di luar konteks pembahasan-pen.):

  1. Misalnya jika saya ingin mengetahui bagaimana tatacara berwudhu, maka saya akan mencari dalil-dalil wudhu yang ada, sama saja apakah turun di Makkah atau Madinah, dan digali hukum syara’ darinya berdasarkan ilmu ushul yang diadopsi… Dan saya tidak akan mencari dalil-dalil shaum untuk diambil darinya hukum wudhu dan tatacaranya.

  2. Dan misalnya jika saya ingin mengetahui hukum-hukum haji, maka demikian pula saya akan mencari dalil-dalil haji yang ada, sama saja apakah turun di Makkah atau di Madinah dan digali darinya hukum syara’ berdasarkan ilmu ushul yang diadopsi, dan saya tidak akan mencari dalil-dalil shalat untuk diturunkan darinya hukum haji dan tatacaranya.

  3. Dan misalnya jika saya ingin mengetahui hukum-hukum jihad, baik yang sifatnya hukum bagi individu maupun kifaayah, baik jihad defensif atau jihad ofensif, apa-apa yang berkaitan dengan jihad dari hukum-hukum futuhat dan penyebaran Islam, sama saja apakah futuhat dengan cara paksaan atau dengan jalan damai… Maka saya akan mencari dalil-dalil jihad yang ada, sama saja apakah turun di Makkah atau di Madinah, dan digali darinya hukum syara’ berdasarkan ilmu ushul yang diadopsi, dan saya tidak akan mencari dalil-dalil zakat untuk diturunkan darinya hukum jihad dan perinciannya.

  4. Begitu pula dengan setiap permasalahan, ia mesti dicari dalil-dalil berdasarkan tempat diturunkannya di Makkah atau di Madinah, dan digali darinya hukum syara’ untuk suatu permasalahan dari dalil-dalil ini berdasarkan ilmu ushul yang diadopsi.

Kedua, dan sekarang saatnya kita meninjau permasalahan menegakkan Negara Islam, dan kita mencari dalil-dalilnya, sama saja apakah diturunkan di Makkah atau di Madinah, dan kita gali darinya hukum syara’ berdasarkan ilmu ushul yang diadopsi.

  1. Sesungguhnya kita tidak menemukan dalil-dalil apapun mengenai menegakkan Negara Islam kecuali dari apa yang dijelaskan Rasulullah –shallallaahu ’alayhi wa sallam– dalam Siirah-nya ketika di Makkah al-Mukarramah, dimana sungguh beliau telah menyeru kepada Islam secara sembunyi-sembunyi, hingga beliau membentuk kelompok orang-orang beriman yang sabar… Kemudian beliau bergerak secara terang-terangan di Makkah dan dalam beragam musim… Kemudian beliau meminta pertolongan kepada ahlul quwwah, dan Allah –Subhaanahu wa Ta’aalaa- memuliakannya dengan pertolongan kaum Anshar, maka beliau hijrah kepada tempat mereka dan menegakkan suatu negara.

  2. Rasulullah –shallallaahu ’alayhi wa sallam– tidak pernah memerangi penduduk Makkah untuk menegakkan suatu Negara Islam, tidak pula beliau memerangi suku manapun untuk menegakkan suatu Negara Islam, meski memang Rasulullah –shallallaahu ’alayhi wa sallam– dan para shabatnya –ridhwaanullaahi ‘alayhim- adalah para pahlawan dalam peperangan, kuat lagi bertakwa… Akan tetapi Rasulullah –shallallaahu ’alayhi wa sallam– tidak menggunakan jalan peperangan untuk menegakkan Negara Islam, akan tetapi terus konsisten berdakwah dan meminta pertolongan ahlul quwwah hingga akhirnya kaum Anshar menjawab seruan dakwahnya sehingga menegakkan Negara Islam.

  3. Kemudian diwajibkannya hukum jihad adalah untuk melakukan futuhat dan penyebaran Islam, melindungi Negara Islam, dan jihad tidak diwajibkan untuk menegakkan Negara Islam, dan setiap permasalahan ini sudah jelas dalam Siirah Rasulullah –shallallaahu ’alayhi wa sallam-.

  4. Dan begitu pula jika ingin mengetahui tatacara penegakkan Negara Islam, maka diadopsi dari perbuatan (sunnah) Rasulullah –shallallaahu ’alayhi wa sallam– berupa dakwah serta meminta pertolongan dan sambutan kaum Anshar (penolong dakwah-pen.) sehingga mampu menegakkan Negara Islam…

Dan jika saya ingin mengetahui hukum-hukum jihad, maka diambil dari dalil-dalil syar’iyyah yang berkaitan dengan jihad, maka setiap kewajiban diambil dalil-dalilnya dari dalil-dalil syar’iyyah yang berkaitan dengannya, maka kewajiban menegakkan Negara Islam diambil dari dalil-dalil penegakkan Negara Islam, dan jihad diambil dari dalil-dalil mengenai jihad, dan konsisten terhadapnya sesuai tujuannya dan Allah yang memberikan kepada kita taufik-Nya. []

Saudaramu ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasytah

28 Rajab 1435 H/ 27 Mei 2014

Like FP al-‘Alim asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah: Link FP

One comment on “Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”

  1. […] Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah” […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s