Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir

970257_166324286868990_814781847_n

Tanya Jawab Kepada Omar Daragmeh

Sumber Tanya Jawab:

FP Al-‘Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah –Hafizhahullaah

Penerjemah: Irfan Abu Naveed (Lajnah Tsaqafiyyah DPD II HTI Cianjur)

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wahai Syaikh kami, harapan (kami) engkau wahai Syaikh kami menjawab setiap tuduhan pada Hizbut Tahrir dalam banyak hal, dan di antara yang paling gencar adalah seputar menyaksikan film-film ‘panas’??

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Mengenai bahasan film-film ‘panas’.. sesungguhnya pandangan kami sudah jelas atasnya, dan sungguh telah diterbitkan soal jawab yang jelas, tidak mengandung kesamaran dalam permasalahan ini, dan penjelasan tersebut menggambarkan pandangan resmi kami dan ini poinnya:

Adapun menyaksikan film-film ‘panas’ maka hukumnya haram meskipun hanya berbentuk gambar dan bukan tubuh secara hakiki, hal ini didasarkan pada kaidah syar’iyyah dalam bab ini yakni:

اَلْوَسِيْلَةُ إِلَى اْلحَرَامِ حَرَامٌ

“Wasilah yang mengantarkan kepada yang haram hukumnya haram.”

Dan tidak disyaratkan di dalam kaidah ini bahwa wasilah tersebut harus mengantarkan kepada yang haram secara pasti (qath’iy), tapi cukup dengan dugaan kuat (ghalabatuzh-zhann). Dan film-film ini diduga kuat mengantarkan orang yang menyaksikannya kepada perkara haram, oleh karena itu kaidah ini bisa diterapkan pada kasus ini. Maka dari itu tidak boleh menghadirinya dan tidak boleh berdiam diri di dalamnya.

Mengenai tindakan apa yang perlu dilakukan syabab Hizbut Tahrir menghadapi umat Islam yang menghadiri pertunjukkan film tersebut, maka sesungguhnya sebagian besar orang yang menghadiri pertunjukkan film seperti itu adalah orang-orang yang jatuh dalam hura-hura dimana perintah dan larangan tidak lagi bermanfaat bagi mereka kecuali orang yang mendapat rahmat dari Rabnya. Maka dari itu, jika para syabab memiliki cara yang kuat, yang mampu menghalangi dan bijak, maka lakukanlah. Dan mungkin maksud si penanya ini ada sebagian dari kerabatnya yang membuatnya sedih karena ia melihatnya sedang terjerumus dalam perilaku yang sakit ini, maka ia harus menjauhkannya dari kebiasaannya itu. Jika masalahnya memang demikian, maka ia harus memerintah dan melarangnya, serta memilih cara-cara yang sesuai (tepat), semoga Allah membimbingnya. Dan iapun dengan tindakannya itu berhak mendapatkan pahala, insya Allah dengan izin-Nya.

Kaum muslimin pada hari ini dikepung oleh berbagai keburukan dari segala penjuru karena lenyapnya khilafah mereka. Maka selayaknya bagi umat Islam untuk tidak menyisihkan waktu luang lagi meski untuk sekedar melakukan hiburan yang bersifat mubah, lantas bagaimana jika dia menggunakannya untuk hiburan yang haram? Wal ‘iyaadzu billaah. Sesungguhnya wajib bagi kalian, ayyuhal ikhwah, untuk menghadapi umat Islam dengan sikap yang kuat, meski tetap dengan bijaksana, untuk menasehati mereka agar memenuhi waktu mereka dengan berbagai perbuatan baik, keuletan dan kesungguhan dalam beramal untuk mengembalikan khilafah, dan menyelamatkan umat dari keburukan-keburukan ini”.

Adapun mereka yang menikam (Hizbut Tahrir), maka mereka sebenarnya bukanlah para penuntut ilmu yang benar, karena jika tidak begitu maka sudah semestinya mereka mengkaji terlebih dahulu kitab-kitab kami, website-website resmi kami, karena dalam media-media tersebut mereka akan menemukan suatu kelembutan yang tidak mereka percayai, dan kemurnian yang tidak mereka temukan kecuali di sisi para kekasih Allah yang membentangkan pandangannya pada akhirat di atas dan di atas perhatian mereka pada dunia…

Sesungguhnya mereka yang menikam Hizbut Tahrir menyandarkan (tikamannya) pada kitab-kitab dari selain kami, seakan-akan mereka tidak mengetahui dosa besar yang berlipat-lipat atas perbuatan fitnah:

قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

“ Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.” (QS. Yuunus [10]: 69)

Saudaramu ‘Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah

9 Rajab 1434 H/ 19 Mei 2014

5 comments on “Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir

  1. […] Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir. […]

    Suka

  2. setiyo mengatakan:

    itu dari kitabnya HT sendiri mas … kira kira akan mengingkari kitabnya imam taqiyuddin apa mengikuti apa yang diajarkan oleh imam taqiyuddin …

    Suka

  3. Irfan Abu Naveed mengatakan:

    Silahkan tunjukkan klaim sdr., dari kitab Imam Taqiyuddin -rahimahullaah- yang mana? Penjelasan beliau dalam kitab an-Nizhaam al-Ijtimaa’iy (mengenai sistem pergaulan pria dan wanita dalam Islam) justru sangat bertolak belakang dengan tuduhan selama ini, jika sdr. klaim bahwa itu sebelum direvisi, silahkan buktikan tuduhan sdr. dengan hujjah argumentatif (seakan mereka lebih tahu dari syabab HT itu sendiri)

    Suka

  4. […] Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir […]

    Suka

  5. jarkasih mengatakan:

    udah direvisi toh bukunya, ngk meghargai ulama pendiri hizbuttahrir itu sendiri. syekh lagi, bagaimana itu? an kositen

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s