Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah

Ibnu Qudamah

Membaca apa yang diungkapkan oleh Imam Ibn Qudamah al-Maqdisi, meneguhkan bahwa apa yang dijelaskan al-‘Allamah Taqiyuddin an-Nabhani -rahimahullaah- dalam kitab Nizhaam al-Islaam, Bab. Thariiq al-Iimaan khususnya, sudah dijelaskan oleh para pendahulunya, baik dari kalangan ulama salaf maupun khalaf.

Maka dari itu saya menyayangkan tuduhan sebuah buku yang dikarang oleh seseorang –ghafarallaahu lahu– yang memfitnah HT sebagai mu’tazilah judud (Neo Mu’tazilah), yang lebih mengherankan jika ada yang mengklaim bahwa itu hasil kajian atas kitab Nizhaam al-Islaam, yang ditulis oleh seorang ulama besar abad 19, al-‘Allamah Taqiyuddin an-Nabhani –rahimahullaah-, pemikir ulung, mutsaqafun, pendiri HT. Padahal pembahasan akal yang dijelaskan dalam kitab tersebut adalah pemahaman shahih yang sudah dijelaskan oleh para ulama salaf dan khalaf dan bertentangan dengan pemahaman Mu’tazilah, di sisi lain dalam kitab tersebut pada bab Qadha dan Qadar pun al-‘Allamah Taqiyuddin an-Nabhani mengoreksi pemahaman Mu’tazilah, lalu apa dasar dari tuduhan tersebut? Allaahummaghfirlanaa…

Ini salah satu buktinya: Pemuda Idealis VS Pemuda Pragmatis

Dan apa yang dijelaskan oleh salah seorang ulama besar, Imam Ibn Qudamah al-Maqdisi -rahimahullaah- menuturkan:

“Maka mentafakuri Dzat-Nya Yang Maha Suci tidak diperbolehkan, karena akal akan gagal mencapai hal tersebut, karena Dzat Allah lebih agung dari apa yang terbersit dalam akal manusia dengan memikirkan Dzat-Nya, atau akan mengakibatkan timbulnya kerancuan dalam qalbu dengan penggambaran Dzat-Nya padahal:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuuraa’ [42]: 11)

“Lain halnya dengan mentafakuri makhluk-makhluk Allah, al-Qur’an telah mendorong manusia untuk melakukannya, misalnya firman Allah:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Aali Imraan [3]: 190)

قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Yuunus [10]: 101)

“Dan di antara ayat Allah adalah manusia yang merupakan makhluk dari nuthfah, maka manusia sudah semestinya mentafakuri dirinya, karena dalam penciptaannya terkandung keajaiban-keajaiban yang menunjukkan keagungan Allah SWT….”

Lihat: Imam Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi. 1418 H. Mukhtashar Minhaaj al-Qaashidiin. Cet. III. Beirut: Dar al-Khayr.

Lajnah Tsaqafiyyah DPD II HTI Cianjur.

Ikut-halaqoh-ikhwan

One comment on “Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s