Setiap Huruf dalam Al-Qur’an Mengandung Asrâr (Berbagai Rahasia Kandungan Makna)

Al-Quran-Al-Kariim

Saya (Irfan Abu Naveed) seringkali termotivasi untaian hikmah yang disampaikan salah seorang Ustadz dari Mesir (orang Mesir), Dosen Tafsir di tempat saya bekerja ketika kami berdiskusi tentang ilmu balaaghah dan tafsir al-Qur’an, beliau al-Ustadz asy-Syaikh Hisyam asy-Syansyawri al-Mishriy menuturkan:

لكل حرف من حروف القرآن فيه أسرار

“Setiap huruf dari huruf-huruf Al-Qur’an mengandung pelbagai rahasia (kandungan makna, -).”

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’ân, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’râf [7]: 204)

Menafsirkan ayat ini, Imam Abu Ja’far al-Thabariy menuturkan:

يقول تعالى ذكره للمؤمنين به، المصدقين بكتابه، الذين القرآنُ لهم هدى ورحمة:(إذا قرئ)، عليكم، أيها المؤمنون، (القرآن فاستمعوا له)، يقول: أصغوا له سمعكم، لتتفهموا آياته، وتعتبروا بمواعظه (وأنصتوا) إليه لتعقلوه وتتدبروه … (لعلكم ترحمون)، يقول: ليرحمكم ربكم باتعاظكم بمواعظه، واعتباركم بعبره، واستعمالكم ما بينه لكم ربكم من فرائضه في آياته

“Allah SWT berfirman untuk memperingatkan orang-orang beriman, yakni orang-orang yang membenarkan kitab-Nya, yakni al-Qur’an yang menjadi petunjuk dan rahmat bagi mereka: (jika dibacakan (al-Qur’an)) terhadap kalian wahai orang-orang yang beriman (maka dengarkanlah) yakni dengarkan dengan pendengaran kalian agar memahami ayat-ayat-Nya dan mengambil pelajaran dari petunjuk-petunjuk-Nya, (dan perhatikanlah) untuk memikirkan dan mentadaburinya (agar kalian mendapat rahmat) agar Allah merahmati kalian dengan mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya, mempelajari ajaran-ajaran-Nya, dan menjalankan berbagai kewajiban yang dijelaskan-Nya terhadap kalian dalam ayat-ayat-Nya.” (Lihat: Jaami’ al-Bayaan fii Ta’wiil al-Qur’aan, Imam Abu Ja’far al-Thabariy – al-Maktabah al-Syamilah)

Imam al-Alusiy menafsirkan frase (لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ):

أي لكي تفوزوا بالرحمة التي هي أقصى ثمراته

“Yakni agar kalian meraih kemenangan dengan adanya rahmat Allah yang merupakan anugerah-Nya yang paling luhur.” (Lihat: Ruuh al-Ma’aaniy fii Tafsiir al-Qur’aan al-‘Azhiim wa al-Sab’u al-Matsaaniy, Syihabuddin Mahmud ibn ‘Abdullah al-Husayniy al-Alusiy – al-Maktabah al-Syamilah)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan Al-Qur’an yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa’ [17] : 82)

Imam Ibn Qayyim menjelaskan:

والأظهر أن “من” هنا لبيان الجنس فالقرآن جميعه شفاء ورحمة للمؤمنين

“Dan sudah jelas bahwa lafazh min dalam ayat ini untuk menjelaskan jenis, artinya seluruh ayat-ayat al-Qur’an merupakan penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.” (Lihat: Ighaatsatul Lahfan (1/24))

Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad al-Sadhan mengatakan:

وانظر إلى كلمة شفاء، ولم يقل دواء لأنها نتيجة ظاهرة، أما الدواء فيحتمل أن يشفي وقد لا يشفي

“Dan lihatlah kata syifaa’ (penawar), Allah tidak mengatakan dawaa’ (obat) karena kata syifaa’ ini mendatangkan hasil yang jelas/nyata. Adapun ad-dawaa’ (obat) adakalanya menyembuhkan dan terkadang tidak.”

Para ulama pun menjelaskan:

من) هنا بيانية فالقرآن كله شفاء ودواء لكل داء فمن آمن به وأحلَّ حلاله وحرّم حرامه انتفع به انتفاعا كبيرا، ومن صَدَقَ الله في قصده وإرادته شفاه الله تعالى وعافاه من دائه

“Kata min dalam ayat ini sebagai penjelasan, maka al-Qur’an seluruh ayat-ayatnya merupakan penawar dan obat bagi segala penyakit. Barangsiapa mengimani al-Qur’an, menghalalkan apa yang dihalalkan Allah dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya maka ia meraih manfaat yang besar dari al-Qur’an. Dan barangsiapa membenarkan Allah, mencakup tujuan dan kehendak hidupnya, maka Allah akan menyembuhkan dan mengampuninya dari segala penyakit.”

Allah pun berfirman:

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

”Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang beriman.” (QS. Fushshilat [41]: 44)

Syaikh ‘Abdurrahman al-Sa’di mengungkapkan:

أي يهديهم لطريق الرشد، والصراط المستقيم، ويعلمهم من العلوم النافعة ما به تحصل الهداية التامة. وشفاء لهم من الأسقام البدنية، والأسقام القلبية، لأنه يزجر عن مساوئ الأخلاق، وأقبح الأعمال، ويحث على التوبة النصوح، التي تغسل الذنوب، وتشفي القلب.” (تيسير الكريم الرحمن – ٤٠٣/٤

“Yakni: Allah membimbing mereka ke jalan petunjuk dan jalan yang lurus, Allah pun mengajari mereka ilmu-ilmu bermanfaat yang mengantarkan kepada petunjuk yang sempurna. Serta sebagai obat penawar bagi berbagai penyakit badan dan penyakit hati yang menimpa mereka, karena al-Qur’an melarang akhlak dan amal perbuatan yang buruk, disamping mendorong manusia untuk bertaubat sungguh-sungguh, yang mencuci dosa-dosa dan menjadi penawar qalbu.”

Semua penjelasan berharga ini, sudah semestinya mendorong seorang muslim untuk semakin bersemangat dalam menuntut ilmu, diantaranya ilmu balaagah dan ilmu-ilmu lainnya yang bertalian dengan al-Qur’an, untuk memperdalam interaksi dengan Kalaamullaah yang agung ini, tadabbur dan pengamalan. Yassarallaahu umuuranaa.

Tak cukup dibaca, dipelajari, Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup kita (asy-syarii’ah al-islaamiyyah), pun wajib di amalkan secara kaaffah, sudah semestinya kita perjuangkan bersama, berjama’ah dlm jama’ah dakwah yang berjuang di atas manhaj dakwah Rasulullaah -shallallaahu ‘alayhi wa sallam-.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzâb [33]: 21)

Dalam ayat ini, setidaknya terdapat dua penegasan -dalam ilmu balaaghah jika khabar mengandung lebih dari satu penegasan, dinamakan khabar inkariy yakni menghapuskan pengingkaran dan keraguan-, yakni laam al-ibtidaa’ dan kata qad+fi’l maadhiy (لقد). Dan ayat ini pun mengandung qariinah jaazimah dari kewajiban meneladani Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Wallaahu a’lam bish-shawaab… Yassarallaahu umuuranaa…

Sudah pasti kebaikan dan keberuntungan bagi orang yang mengamalkan al-Qur’an, meneladani Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam.

Semoga Allah membimbing kita semua untuk menapaki jalan-Nya dan jalan Rasul-Nya yang lurus dan istiqaamah dalam kebenaran…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s