Tanya Jawab: Bagaimana Meruqyah Istri yang Sedang Hamil?

cover-buku-1.jpg

Pertanyaan

Assalamualaikum

Ustadz ana mau bertanya bagaimana meruqyat (meruqyah) istri yg lagi hamil. atau doa yg bagus buat nya..

Sdr. SJF

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه أجمعين وبعد

Ruqyah syar’iyyah termasuk sunnah Rasulullah -shallallaahu ‘alayhi wa sallam- yang praktis bisa diamalkan oleh setiap umatnya.

Fungsi Ruqyah Syar’iyyah: Preventif & Kuratif

Memahami hadits-hadits Rasulullah -shallallaahu ‘alayhi wa sallam- mengenai ruqyah syar’iyyah, bisa kita simpulkan bahwa ruqyah mengandung dua fungsi:

Pertama, fungsi preventif yakni mencegah dari segala keburukan, baik gangguan jin, sihir, maupun makhluk lainnya.

Kedua, fungsi kuratif, yakni mengobati ketika sakit atau gangguan sudah menimpa manusia.

Sebagaimana dituturkan oleh para ulama dalam kitab Fataawaa al-Azhar:

الرقى جمع رقية، وهى كلمات يقولها الناس لدفع شر أو رفعه ، أى يحصنون بها أنفسهم حتى لا يصيبهم مكروه ، أو يعالجون بها مريضا حتى يبرأ من مرضه

Al-Ruqaa’ jamak dari ruqyah, merupakan kata-kata yang diucapkan manusia untuk menangkal keburukan atau menghilangkannya, yakni membentengi diri dari hal-hal yang dibenci dengannya, atau mengobati orang yang sakit hingga terbebas dari penyakitnya.”

Di sisi lain, Namun, diantara definisi yang paling lengkap memenuhi aspek jaami’ dan maani’, diungkapkan Syaikh Muhammad al-Juraniy sebagai berikut:

هي تعويذ (وقاية) المريض بقراءة شيءٍ من القرآن الكريم وأسماء الله وصفاته مع الأدعية الشرعية باللسان العربي -أو ما يعرف معناه- مع النفث ؛ لرفع العلة والمرض

“Ruqyah yakni do’a perlindungan (pencegahan) bagi orang yang sakit dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an al-Karim, Nama-Nama Allah dan Sifat-Sifat-Nya, disamping do’a-do’a syar’i yang menggunakan bahasa arab –atau selain bahasa arab yang diketahui maknanya- disertai hembusan nafas; untuk menghilangkan penderitaan dan penyakit.”[1]

Maka dari itu, ruqyah bisa sangat berfaidah bagi seorang muslimah yang sedang hamil, untuk memperlindungkan dirinya dan janin buah hati tercinta kepada Allah dari segala gangguan, baik gangguan penyakit medis maupun non medis (jin, sihir, -).

Cara meruqyah istri, bisa baca dan download dulu ini: Download Makalah-Makalah Ruqyah, Jin dan Sihir

Syarat Ruqyah Syar’iyyah

Suatu ruqyah dinyatakan syar’iyyah jika memenuhi tiga syarat:

أولاً : أن تكون بكلام الله تعالى أو بأسمائه وصفاته.

وثانياً : أن تكون باللسان العربي ، أو بما يعرف معناه ، لا بالألفاظ المجهولة والمُطَلْسَمة والتَمْتَمَات التي يقولها المشعوذون والدجالون خفية قاتلهم الله.

وثالثاً : أن يُعتقد أن الرقية لا تؤثر بذاتها بل بفعل الله سبحانه ، وما هي والراقي  إلا سبب.

Pertama, menggunakan Kalam Allâh (al-Qur’ân al-Karîm), Nama-Nama & Sifat-Nya (disamping dengan do’a-do’a dari Rasûlullâh SAW).

Kedua, menggunakan (do’a-do’a) bahasa arab atau bahasa apa saja yang diketahui maknanya, tidak menggunakan lafazh-lafazh yang tak diketahui, mantra yang samar dan jampi-jampi yang diucapkan para dukun dan dajjal secara tersembunyi, yang diperangi oleh Allah SWT. Ruqyah tidak boleh dengan do’a, bacaan, media atau apapun yang mengandung syirik (baca: segala hal yang dilarang syari’at Islam), ruqyah wajib sejalan dengan akidah dan syari’at islam. Rasûlullâh SAW dalam sabdanya yang mulia menegaskan batasan ini, beliau r bersabda:

لا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ

“Tidak apa-apa meruqyah selama tidak mengandung kesyirikan” (HR. Muslim)

Ketiga, diyakini bahwa Ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi atas izin Allâh. Ruqyah dan orang yang membacanya (al-râqiy) hanyalah wasilah, ikhtiar mengupayakan kesembuhan dari Allâh.

Rasûlullâhshallallaahu ‘alayhi wa sallam– bersabda dalam do’a beliau:

لا شِفَاءَ إلاَّ شِفَاؤُكَ

“Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu” (HR. Muttafaq ‘alayh)

Kesepakatan (konsensus) di atas dijelaskan para ulama. Di antara mereka adalah Al-Hafizh Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fat-hul Bârî’ (10/195), Imam al-Suyuti dalam Syarh Kitâb al-Tawhîd (1/136), al-Imam al-Hafizh al-Nawawi dalam Syarh al-Nawawiy (14/168), Imam al-Zarqaniy dalam Syarh al-Zarqaniy dan Imam al-Syawkani dalam Faydh al-Qadiir (1/558).

Tata Cara Meruqyah Istri yang Sedang Hamil

Bagaimana cara meruqyah istri yang sedang hamil? Berdasarkan petunjuk praktik ruqyah syar’iyyah yang dicontohkan Rasulullah -shallallaahu ‘alayhi wa sallam- secara umum bisa kita lakukan ketika meruqyah istri yang sedang hamil dengan ruqyah syar’iyyah, sang suami bisa melakukan hal-hal berikut:

Pertama, suami duduk di hadapan istri, lalu bacakan do’a-do’a ruqyah syar’iyyah –do’a-do’anya bisa  didownload lengkapnya dalam link di atas-.

Kedua, usap perut istri, bacakan do’a-do’a ruqyah dan selingi bacaan dengan meniup perut istri,

Tiupan tersebut, sebagaimana dilakukan Rasulullah –shallallaahu ‘alayhi wa sallam-, berdasarkan hadits hadîts dari ‘Aisyah–radhiyallaahu ’anhaa-:

“Bahwa Rasûlullâh –shallallaahu ‘alayhi wa sallam- ketika hendak tidur, beliau meniupkan ke kedua tangannya sambil membaca dua surat perlindungan (surat al-Nâs dan al-Falaq), lalu beliau mengusapkan ke badannya.” (HR. al-Bukhârî no. 5844)

Imam Ibn Manzhur (penyusun Lisaan al-‘Arab) pun menjelaskan ketika mendefinisikan ruqyah:

والرقية: العوذة، معروفة، والجمع رقى. وتقول: استرقيته فرقاني رقية، فهو راق … يقال: رقى الراقي رقية ورقيا إذا عوذ ونفث في عوذته

“Ruqyah: do’a perlindungan, jamaknya ruqaa. Kita katakan: Aku meminta ruqyahnya dan ia meruqyahku ia disebut raqi”…. dikatakan: peruqyah meruqyah dengan suatu jampi jika ia meminta perlindungan dan menghembuskan nafas dalam do’anya.”[2]

Ketiga, dianjurkan bacakan pula do’a-do’a ruqyah pada air dihadapan istri lalu selama pembacaan sesekali tiupkan pada air (mengandung sedikit hembusan nafas), lalu minumkan air tersebut pada istri, boleh pula diusapkan air tersebut pada perut istri. Berdasarkan dalil: “Ketika Rasûlullâh SAW sedang shalat, beliau digigit Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allâh  melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil satu wadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang digigit Kalajengking, seraya membaca surat al-Kâfirûn, al-Falaq dan al-Nâs.” (HR. Thabrani dari ‘Ali)[3]

Sebagian Do’a Ruqyah & Do’a Memohon Istri dan Keturunan yang Shalih

Berikut ini sebagian do’anya:

Do’a memperlindungkan istri dan janin dari segala keburukan:

بسم الله
(Tiga kali)

أُعِيْذُكُمَا بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
(Tujuh kali)

Do’a perlindungan lainnya:

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Do’a spesifik ruqyah:

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكِ وَاللهُ يَشْفِيْكِ

Do’a memohon anak yang shalih/ah, do’a dalam QS. al-Furqaan: 74:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Hati-Hati dengan Khurafat Seputar Kehamilan dan Ibu Hamil

Di antara khurafat yang tersebar di tengah-tengah masyarakat yang pernah saya dan istri temukan adalah ibu hamil yang dijaga dengan jimat-jimat syirik berupa benda tajam, bawang, tanaman yang diistilahkan panglay, dan lain sebagainya. Mengapa mengandung kesyirikan? Karena benda-benda tersebut diyakini bisa melindungi dari gangguan gaib (jin, -), sebagaimana jawaban yang kami peroleh dari dari mereka (sebagiannya).

Benda-benda tajam pun secara fisik jelas berbahaya disimpan di dekat ibu hamil atau ibu yang baru melahirkan.

Benda-benda tersebut jika ditunggangi keyakinan khurafat, syirik, termasuk ke dalam hadits yang mulia berikut ini:

Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya ruqyah-ruqyah, jimat-jimat dan guna-guna itu syirik.” (HR. Muslim no. 4079)

Wallaahu a’lam bish-shawaab.

Selesai ditulis 14 Rajab 1435 H

Maktab Kulliyyatusy-Syarii’ah wad-Diraasaat al-Islaamiyyah – Jaami’atur-Raayah

Irfan Abu Naveed

Catatan Kaki:

[1] Lihat: Syaikh Muhammad Yusuf al-Jurani. Mukhtashar al-Ruqyah al-Syar’iyyah min al-Kitaab wa al-Sunnah al-Nabawiyyah.

[2] Lihat: Imam Ibn Manzhur. Lisaan al-‘Arab (14/332).

[3] Imam al-Haitsami menyatakan: “Sanad hadîts ini hasan (baik)”. Lihat: Majma’ az-Zawaa’id (5/ 111).

3 comments on “Tanya Jawab: Bagaimana Meruqyah Istri yang Sedang Hamil?

  1. […] Tanya Jawab: Bagaimana Meruqyah Istri yang Sedang Hamil? […]

    Suka

  2. […] Link: Terapi Ruqyah Mandiri & Terapi Ruqyah Dibantu Oleh Orang Lain […]

    Suka

  3. […] Praktik Ruqyah Dibantu Oleh Pihak Lain: Terapi Ruqyah Dibantu Oleh Orang Lain […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s