Teruntuk Saudara Kami atas Isu Perpecahan di Antara Mujahidin Bumi Syam yang Diberkahi

Fitnah

الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين وعلى آله وأصحابه أجمعين وبعد

Yaa ikhwatii fillaah…

Berangkat dari keprihatinan terhadap berbagai pemberitaan terkait isu perpecahan di antara kelompok-kelompok mujahidin Suriah, saya tuliskan untaian kalimat sederhana ini yang terlahir dari kecintaan saya terhadap para da’i yang menyeru kepada Allah, kepada para ulama dan mujahidin fii sabiilillaah yang berjuang hingga tetes darah penghabisan di Bumi Allah yang diberkahi, negeri Syam….

اللهم اجعله في ميزان حسناتهم وجعلهم سندًا للأمة الإسلامية… اللهم آمين

Terlepas apakah anda akan menganggapnya sebagai nasihat, kritik atau koreksi, namun anda harus tahu bahwa saya tidak merasa lebih baik dari anda, dan ini terlahir dari kecintaan saya karena Allah… 

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣

 “Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (TQS. Al-‘Ashr [103]: 1-3) 

Ayat ini menjelaskan, bahwa manusia benar-benar dalam keadaan merugi. Pertama, dijelaskan dengan qassam (sumpah) “والعصر” (demi masa). Kedua, dijelaskan dengan ta’kid “إنّ” (benar-benar). Ketiga, dijelaskan dengan ta’kid “لفي” (sungguh dalam). Ketiga bentuk penjelasan ini, semuanya menguatkan makna pembahasan ayat ini, yaitu kerugian manusia yang sangat luar biasa. Kecuali orang yang beriman, beramal shalih dan saling menasihati dalam kebaikan dan penuh kesabaran, secara terus-menerus, sehingga selamat dari kesalahan.

Bukankah peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman yaa ikhwatii fillaah? Bukankah kita sering menyimak pesan agung Allah ‘Azza wa Jalla dalam firman-Nya:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

(QS. Adz-Dzaariyaat [51]: 55)

Dimana ayat setelahnya (yakni surat Adz-Dzaariyaat [51]: 56), Allah mengingatkan kita bahwa Dia menciptakan kita semua untuk beribadah kepada-Nya.

Yaa ikhwatii fillaah…

Menanggapi berbagai isu perpecahan di tubuh mujahidin Suriah dan Irak, alangkah baiknya jika kita tidak membantu memprovokasi perpecahan ini dengan menyebarkan berbagai berita tentang perselisihan tanpa mempertimbangkan baik buruknya bagi Islam, kaum muslimin dan perjuangan itu sendiri… Di sisi lain, kita tidak mengetahui persis apa yang terjadi, jangankan menghukumi, memahami bahasa arab saja menjadi kendala bagi sebagian kaum muslimin di negeri ini, lantas bagaimana bisa ia mengklarifikasi seluruh pemberitaan tersebut dengan bertabayyun padahal memahami bahasa arab saja masih dirasa sulit??

Kita tentu sedikit pun tak mengharapkan terjadi apa yang diungkapkan salah seorang akun fb yang bersenandung pahit:

فتنة في سوريا بين فصائل المجاهدين والثوار

يتقتلون بعضهم

حسبنا الله ونعم الوكيل

المستفيد الوحيد هو بشار السفاح

العجيب أنهم يختطفون ويعذبون حتى الموت من بعضهم البعض

 فارس الميدان

Maka dari itu yaa ikhwatii fillaah, jika anda ingin menyebarkan pemberitaan tentang Suriah, maka sebarkanlah berbagai pemberitaan mengenai keberhasilan-keberhasilan dakwah dan aktivitas jihad di sana serta seruan-seruan para ulama agar mereka kembali bersatu di bawah panji laa ilaaha ilallaah dan berjuang bersama dalam satu visi misi memperjuangkan al-Islaam, menegakkan al-Khilaafah al-Islaamiyyah.

Informasi yang saya peroleh bahwa pada saat ini, syabab Hizbut Tahrir di wilayah itu pun terus berupaya dengan sekuat tenaga untuk menghentikan pertikaian, untuk kembali mengajak mereka agar bersatu melawan Assad dan pihak-pihak yang membantunya. Berbagai pemberitaan tentang isu perpecahan mereka, jika semakin disebarkan secara luas akan berdampak negatif terhadap upaya penyatuan mereka kembali.

Jika kita tidak mampu memberikan solusi atau menjadi bagian dari solusi untuk pedamaian di antara mujahidin dan perjuangan di sana, janganlah menjatuhkan diri kita menjadi bagian dari masalah atau pihak yang memperuncing permasalahan.. wal ‘iyaadzu billaah.

Link Nasehat Ikatan Ulama Suriah Untuk Para Mujahidin & Nasihat Sekjen MIUMI

Hati-Hati dengan Vonis Takfir Tanpa Bukti Qath’iy Membahayakan Ukhuwah Islamiyah

Yaa ikhwatii fillaah…

Saya menemukan ada oknum akun fb di Indonesia yang serampangan dalam memvonis kelompok mujahidin kubu lawannya (ini bisa jadi akun samaran provokator dari orang yang tak senang dengan perjuangan di Suriah, dunia maya semisal FB sangat mudah dimanipulasi).

Padahal al-’Alim asy-Syaikh ’Atha bin Khalil dalam kitab tafsirnya ketika menafsirkan QS. Al-Baqarah [2]: 1-5, beliau menjelaskan perbedaan antara status orang yang melakukan pelanggaran atas hukum syara’ (tanpa ada pengingkaran atas hukum syara’ yang qath’iy) dengan orang yang menyelisihi akidah Islam (tidak iman/kufur), beliau menjelaskan lebih lanjut:

”….Saya sampaikan hal ini karena pada saat ini kita mendengar seseorang yang mengkafirkan saudaranya dengan prasangka belaka, sehingga seakan-akan vonis takfir mudah saja bagi mereka, di sisi lain mengkafirkan seorang muslim tanpa dalil yang qath’iy adalah perkara besar dalam Islam. Rasulullah –shallallaahu ’alayhi wa sallam- bersabda:

من قال لأخيه يا كافر فقد باء بها أحدهما

”Barangsiapa berkata kepada saudaranya ”hai kafir”, maka sungguh hal itu akan kembali kepada salah seorang di antaranya.” (HR. Ahmad)

Lalu al-’Alim asy-Syaikh ’Atha bin Khalil –Amir HT- menasihati:

ولذلك فمن لاحظ من أخيه ارتكاب معصية فلا يسارع إلى تكفيره، بل يسارع إلى أمره بالمعروف ونهيه عن المنكر، ليصلح حال أخيه، فيدرك ذنبه، ويستغفر ربه سبحانه وتعالى.

”Oleh karena itu, siapa saja yang menemukan saudaranya melakukan kemaksiatan janganlah tergesa-gesa dalam mengkafirkannya, akan tetapi semestinya bersegera dalam memerintahkannya kepada yang ma’ruf dan mencegahnya dari kemungkaran, untuk memperbaiki keadaan saudaranya, menyadarkannya dari dosanya, dan memohonkan ampunan kepada Rabb-nya –subhaanahu wa ta’aalaa-.”[1]

Hati-Hati dengan Fitnah ’Ashabiyyah Hizbiyyah & Sifat Takabur

Yaa ikhwatii fillaah…

Iblis –la’natullâhi ‘alayh mendurhakai Allâh, terjerembab ke dalam kehinaan yang kekal karena ketakaburannya mengingkari perintah Allah ‘Azza wa Jalla. Ia merasa lebih mulia daripada Adam –‘alayhis salaam-, karena wujudnya diciptakan Allâh dari api, sedangkan Adam –‘alayhis salaam– diciptakan-Nya dari tanah liat yang kering, wal ‘iyaadzu billaah. Lantas apakah mereka yang diam santai di Indonesia (tak berdakwah), merasa lebih baik daripada para da’i dan mujahidin yang berjuang di Suriah? Karena begitu mudahnya memvonis mereka dengan vonis rendah, seakan-akan ia lupa peringatan Allah dalam ayat-ayat-Nya yang agung atas sifat takabur Iblis –la’natullaahi ‘alayhi-, wal ’iyaadzu billaah.

Dan ketakaburan Iblis –la’natullaahi ‘alayhi- ini, termasuk ke dalam apa yang diungkapkan oleh Imam ar-Raghib al-Ashfahani:

والكبر والتكبر والاستكبار تتقارب، فالكبر الحالة التي يتخصص بها الإنسان من إعجابه بنفسه، وذلك أن يرى الإنسان نفسه أكبر من غيره. وأعظم التكبر التكبر على الله بالامتناع من قبول الحق والإذعان له بالعبادة.

“Dan kata al-kibr, at-takabbur dan al-istikbaar itu maknanya berdekatan, dan kata al-kibr maknanya adalah kondisi dimana seseorang merasa takjub pada dirinya sendiri, dan hal ini ketika seseorang memandang dirinya sendiri lebih mulia daripada orang lain. Dan sebesar-besarnya ketakaburan adalah ketakaburan kepada Allah dengan menolak kebenaran dan menolak tunduk kepada-Nya dengan menolak beribadah (kepada-Nya).”[2]

Dan apakah ia lupa sabda Rasulullah –shallallaahu ‘alayhi wa sallam-:

قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.”

Lantas seorang laki-laki bertanya: “Sesungguhnya seorang pria itu senang jika baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?”

Beliau –shallallaahu ‘alayhi wa sallam- menjawab:

إِنَّ اللهُ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan, kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Yaa Ikhwatii fillaah….

Berhati-hatilah terhadap fitnah ’ashabiyyah hizbiyyah (fanatisme buta terhadap golongan) yang bisa membutakan mata anda dari kebenaran yang ada pada pihak lainnya, dan memalingkan diri dari bersikap adil terhadap pihak lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

”Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al-Maa’idah [5]: 8)

Syaikh Dr. Samih ’Athif az-Zayn ketika menjelaskan kisah ketakaburan Iblis –la’natullaahi ’alayhi- yang menolak perintah Allah ’Azza wa Jalla untuk bersujud kepada Adam –’alayhis salaam-, menukil pernyataan yang dinisbatkannya pada sahabat Ali –radhiyallaahu ’anhu-:

افتخر إبليس على آدام بأنه خلق من نار وآدم من طين، وتعصّب على آدم بأصله، فإبليس إمام المتعصبين، وسلف المستكبرين، الذي وضع أساس العصبية.. فاحذروا عباد الله أن يُعديكم بدائه وأن يستفزكم بندائه، وأن يجلب عليكم بخيله ورَجله… فأطفئوا ما كمن في قلوبكم من نيران العصبية، وأحقاد الجاهلية….

“Iblis membanggakan dirinya di atas Adam, bahwa ia diciptakan Allah dari api sedangkan Adam dari tanah kering, Iblis bersifat ta’ashub (fanatisme buta) atas Adam dalam asal usul penciptaannnya, maka Iblis adalah pemimpin kaum yang ta’ashub, dan pendahulu kaum yang takabur, dialah yang meletakkan asas ’ashabiyah… Maka berhati-hatilah wahai hamba-hamba Allah ia akan menulari anda dengan penyakit keburukannya dan memprovokasi anda dengan seruannya, dan menjerumuskan anda dengan tipu muslihatnya dan kaki tangannya…. maka padamkanlah api ’ashabiyah dan rasa dendam jahiliyah dalam hatimu….”[3]

Janganlah anda menghakimi orang lain tanpa ilmu sebelum timbul penyesalan kelak ketika Allah Yang Maha Adil akan mengadili anda di pengadilan-Nya kelak di yawm al-hisaab…. Allaah al-Musta’aan…

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawaban.” (TQS. Al-Israa’ [17]: 36 )

Hati-Hati dengan Strategi ’Adaawah (Permusuhan) yang Dihembuskan Syaithan

Yaa ikhwatii fillaah…

Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan menanamkan permusuhan diantara kaum muslimin, dan ikut memprovokasinya. misalnya permusuhan karena ‘ashabiyyah hizbiyyah, yang terlahir dari al-hawaa’, padahal mereka semua dipersaudarakan dalam ikatan akidah islamiyyah yang agung. Allah ’Azza wa Jalla memperingatkan:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ

“Sesungguhnya syaithân itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu.” (TQS. al-Mâidah [5]: 91)

Kaum muslimin harus memahami hal ini, sebagaimana dikatakan dalam sya’ir:

عرفت الشرّ لا للشرّ لكن لتوقيّه
ومن لا يعرف الشرّ من النّاس يقع فيه
“Aku mengetahui keburukan bukan tuk melakukan keburukan, melainkan memproteksi diri darinya”
“Dan barangsiapa tak mengetahui keburukan, maka ia akan terjerumus ke dalamnya” (Lihat: Rawâ’i al-Bayân (Tafsîr Aayât al-Ahkâm), Syaikh Prof. ‘Ali ‘Ashabuniy (Juz. I))

Penting untuk dipahami bahwa Iblis dan syaithan-syaithan yang dilaknat Allah adalah musuh hamba-hamba Allâh, visi dan misi permusuhan mereka Allâh informasikan dalam ayat-ayat yang agung berikut ini:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (١٦) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (١٧

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).” (TQS. al-A’râf [7]: 16-17)

Dalam ayat lainnya:

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

“Iblis berkata: “Ya Rabb-ku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya” (TQS. al-Hijr [15]: 39)

Informasi dalam ayat-ayat di atas, menelanjangi visi misi yang diperjuangkan Iblis –la’natullaahi ’alayhi- menggunakan berbagai cara tanpa kenal lelah. Terekam dalam al-Qur’an, dengan jelas iblis mengungkapkan berbagai pernyataannya dengan kata-kata yang diperkuat, yakni menggunakan لام الابتداء ونون التوكيد yaitu penegasan-penegasan yang memberi arti sangat serius dan menuntut keseriusan.

Diantaranya dalam lafazh-lafazh berikut:

لأتخذنّ، لأضلنّ، لأمنينّ، لامرنّ، لأقعدنّ، لاتينّ، لأزيننّ، لأغوينّ

Dalam tinjauan pemahaman bahasa arab: semua kata kerja yang diungkapkan Iblis didahului dengan huruf لام الابتداء yang mengandung makna sungguh dan ditambah dengan نّ yang berarti benar-benar.

الله المستعان…

Kita Semua Diikat dalam Ikatan Akidah yang Agung

Yaa ikhwatii fillaah…

Kita semua diikat dalam ikatan akidah yang agung, akidah islamiyyah. Kaum muslimin itu diibaratkan satu tubuh, dan Allah telah mensifati orang-orang mukmin dengan persaudaraan, dimana ayat tersebut termaktub sebelum QS. al-Hujuraat ayat 11 (tentang larangan mengolok-olok orang beriman).

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara maka damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (TQS. Al-Hujuraat [49]: 10)

Kita sebarkan berbagai pemberitaan tersebut, tanpa mempertimbangkan baik buruknya bagi Islam dan kaum muslimin. Menzhalimi sesama saudara seakidah tanpa menyadarinya… Apakah kita lupa dengan pesan Rasulullaah –shallallaahu ‘alayhi wa sallam-?

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim itu adalah seseorang yang kaum muslimun selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Al-Bukhari & Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah –shallallaahu ‘alayhi wasallam- bersabda:

لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَاهُنَا (وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ)، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ.

“Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina. Takwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadanya, beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali). Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang Iainnya haram darahnya. hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Jangan Lupa Siapa Musuh Anda Sebenarnya

Arahkanlah moncong-moncong senjata pemikiran anda dan kita semua kepada musuh bersama, Assad, sekutu dan bala tentaranya dari kalangan syaithan golongan jin dan manusia –la’natullaahi ’alayhim-. Telah nyata api peperangan yang mereka kobarkan dalam memerangi Islam dan kaum muslimin. Apakah kita lupa??

Apakah saudara-saudara kita yang dibantai secara keji oleh Basyar Assad dan algojo-algojonya –la’natullaahi ‘alayhim- bisa kita tolong dengan berbagai pemberitaan tersebut?? Mereka menantikan Bumi Syam yang diberkahi menjadi titik tolak tegaknya al-Khilaafah al-Islaamiyyah.

Foto Penderitaan Pengungsi Suriah di Tengah Kondisi Cuaca Ektrim 

Apa pendapat Syaikh Dr. Muhammad al-‘Arifi atas apa yang terjadi di Suriah? Dalam situs, tweet dan status FB Syaikh Dr. Muhammad al-‘Arifi -yang dikenal dengan dukungannya terhadap perjuangan kaum muslimin di Suriah- diinformasikan bahwa menurutnya perselisihan di antara dua kubu kelompok mujahidin yang terjadi di Suriah merupakan makar musuh-musuh umat ini (baca: musuh Allah dan Rasul-Nya-pen.) dan lebih buruknya lagi mereka ‘memanfaatkan’ generasi umat ini untuk membakar api fitnah:

الوقيعة بين المجاهدين في سوريا، ونشر خلافاتهم، وإذكاء القتال بينهم، هو صنيعة أعداء الأمة، والأدهى والأطم أن يُستعمل أبناؤنا وقوداً للفتنة

Lihat Tweet-nya: (Link)

Link FB-nya: (Link)

Pemberitaan Media Sabq Online: (Link I)

BeX5L6KIYAA_ghh

Link (Wahai Kaum Muslimin di Suriah: Hentikan Konspirasi (Jenewa 2) Amerika Terhadap Kalian)

Hati-Hati dengan Fitnah Kebebasan Berbicara Ajaran Sesat Paham Kufur Demokrasi

Yaa ikhwatii fillaah…

Kita semua satu suara atas kesesatan paham Demokrasi, namun jika lisan kita tak terjaga, apakah sesuai dengan penolakan kita pada ajaran sesat kebebasan berbicara sistem kufur Demokrasi??

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ الله أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Link Artikel (Menyingkap Syubhat Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi)

Do’a Kami untuk Kalian Para Pejuang Dakwah & Mujahidin fii Sabiilillaah

اللهم انصر الدعاة المخلصين الذين يدعون الناس إلى دينك العظيم…

وجعلهم سندًا للأمة الإسلامية

اللهم انصر المجاهدين الذين يجاهدون في سبيلك…

وألف بين قلوبهم…

وجعلهم سندًا للأمة الإسلامية

اللهم انصر المسلمين المظلومين وانصرنا على الكافرين الظالمين…

وجعلنا سندًا للأمة الإسلامية

اَللّهمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ احْفَظْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلَّذِيْنَ يُقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ وَيُجَاهِدُوْنَ فِي سَبِيْلكَ بِأَمْوَالِنَا وَأَنْفُسِنَا ويحْمِلُوْنَ الدَّعْوَةَ الإِسْلاَمِيَّةَ لاِسْتِئْنَافِ الْحَيَاةِ الإِسْلاَمِيَّة

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابِ الرَّحِيْمُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

ولا حول ولا قوة إلا بك يا الله يا عزيز يا مجيب السائلين…

[]

تحريرًا في الليلة المباركة إن شاء الله… رجاء لرضوان الله عز وجل…

عرفان أبو نفيد

Selesai ditulis di malam hari yang diberkahi in syaa Allah dengan mengharap keridhaan Allah.

Al-Faqiir ilallaah Irfan Abu Naveed


[1] Lihat: Al-‘Alim asy-Syaikh ‘Atha’ bin Khalil Abu Rusythah. Al-Taysîr fî Ushûl Al-Tafsîr (Sûrah Al-Baqarah) (hlm. 45-46). Beirut: Dar al-Ummah. Cet. II: 1427 H/ 2006.

[2] Lihat: Imam ar-Raghib al-Ashfahani. Mufradaat Alfaazh Al-Qur’aan Al-Kariim.

[3] Lihat: Syaikh Dr. Samih ‘Athif az-Zayn. Majma’ al-Bayaan al-Hadiits: Qashash al-Anbiyaa’ fii al-Qur’aan al-Kariim (hlm. 75). Kairo: Dar al-Kutub al-Mishriy. Cet. VII: 1426 H/ 2005.

2 comments on “Teruntuk Saudara Kami atas Isu Perpecahan di Antara Mujahidin Bumi Syam yang Diberkahi

  1. autokritik mengatakan:

    tolong bantu laporkan fan page we are all ISIS…itu entah siapa yang bikin kacau bener…jelek2in nama ISIS…keliatannya adminnya ababil atau emang disengaja sehingga banyak yang terjerumus ke takfir kelompok lain

    Suka

  2. diki kurniawan mengatakan:

    subhanallah, tulisan yang sangat mencrahkan, skron, izin share

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s