Nasihat Syaikh ‘Atha bin Khalil Untuk Memisahkan Antara Haq & Batil Umum Mencakup Menjauhi Simbol Satanic

Picture1

Ini saran dan nasihat saya kepada rekan fb -siapapun ia- yang mengedit dan mengupload gambar-gambar dari kartun Naruto, terlebih jika ybs merasa atau mengesankan diri sebagai aktivis dakwah (dari gambar dan statusnya).

Dari tela’ah saya selama ini, kartun ini banyak memuat icon-icon dan simbol-simbol-simbol satanic. Artinya jelas mengandung simbol-simbol yang lahir dari akidah kufur. Dan haram hukumnya bagi kaum muslimin untuk menyebarkan atau mempromosikan simbol-simbol satanic, dan jauhi pula mengedit-edit gambar ini terus ditambah-tambahi dengan icon-icon islami sehingga seakan-akan sudah mencitrakannya islami, padahal kartun ini banyak menyebarkan simbol-simbol khas satanism.

Saya menela’ahnya sebagaimana dituturkan syair:

عرفت الشرّ لا للشرّ لكن لتوقيّه
ومن لا يعرف الشرّ من النّاس يقع فيه
“Aku mengetahui keburukan bukan tuk melakukan keburukan, melainkan memproteksi diri darinya”
“Dan barangsiapa tak mengetahui keburukan, maka ia akan terjerumus ke dalamnya”

(Lihat: Rawâ’i al-Bayân (Tafsîr Aayât al-Ahkâm), Syaikh Prof. ‘Ali ‘Ashabuniy (Juz. I))

Nasihat Guru Kita, Al-‘Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Memisahkan yang Haq dan Bathil

Al-Islam menuntut kita furqaan, menurut para ulama’ diantaranya Al-Hafizh Ath-Thabari (2/70), makna furqan adalah:

الفصل بين الحق والباطل

“Pemisah antara yang haq & yang bathil”.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 42)

Menafsirkan ayat ini, Al-‘Alim al-Syaikh ‘Atha’ bin Khalil -rahimahullaah- menjelaskan:

أي لا تخلطوا الحق بالباطل، فالباء للإلصاق وبذلك فالآية تنهى عن أمرين: خلط الحق بالباطل وكتمان الحق وهم يعلمون؛ فإن خلط الحق بالباطل تضليل، وكتمان الحق إخفاء له وتضييع له وكلاهما من الكبائر في دين الله

“Yakni janganlah kalian mencampurkan antara kebenaran dengan kebatilan, dan huruf ba’ (dalam ayat ini) untuk menunjukkan pencampuran. Maka ayat ini mengandung dua larangan: Pertama, mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan. Kedua, menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahuinya; maka perbuatan mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan merupakan penyesatan, dan menyembunyikan kebenaran yakni menyembunyikannya dan menghilangkannya, maka kedua perbuatan tersebut merupakan dosa besar dalam Din Allah.” (Lihat: At-Taysîr fî Ushûl at-Tafsîr (Sûrah al-Baqarah), Syaikh ‘Atha’ bin Khalil Abu Rusythah – Dar al-Ummah: Beirut. Cet. II: 1427 H/ 2006)

Nasihat al-Qur’an di atas, dan penjelasan guru kita, Asy-Syaikh ‘Atha Abu Rasythah merupakan pesan dan nasihat berharga untuk memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Yang penulis pahami, ketika kita memahami bahwa simbol-simbol tersebut mengandung hadharah atau dilandasi oleh paham kufur, maka mengadopsinya, memakainya (untuk dijadikan foto profil fb dakwah misalnya) merupakan keharaman yang wajib dijauhi oleh seorang yang mengaku muslim, di sisi lain Allah telah memerintahkan kita untuk memisahkan antara yang haq dan batil.

Wallaahu A’lam Bish-Shawaab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s