Penjelasan Sekilas Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Hadits yang ‘Menafikan’ Keimanan Pezina

Zina

HADITS:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يزني الزاني حين يزني وهو مؤمن، ولا يسرق السارق حين يسرق وهو مؤمن، ولايشرب الخمر حين يشربها وهو مؤمن

حديث صحيح جاء في الصحيحين وغيرهما

Tentu kita wajib memahami hadits ini dengan ilmu, maksud dan faidahnya apa? Ternyata dalam kitab tafsir guru kita, al-‘Alim asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil terdapat penjelasan sekilas, singkat padat tapi mengena. Gambar di atas adalah potongan pembahasan pada halaman 48, dan berikut ini terjemahnya:

TERJEMAH:

“Dan telah maklum bahwa meninggalkan perbuatan membuang duri (bahaya) dari jalan tidak menyebabkan seseorang menjadi kafir, oleh karena itu makna kata al-iman dalam hadits ini (hadits tentang cabang keimanan, cabang yang paling rendah adalah menghilangkan duri/ bahaya dari jalan) bermakna keta’atan-keta’atan terhadap Allah dalam arti umum, begitu pula hadits Rasulullah SAW: “Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia berzina” karena Rasulullah SAW tidak menghukumnya dengan hukuman bagi orang murtad, akan tetapi had bagi pezina, dan ia tetap dianggap muslim, dishalatkan dan dimakamkan di pemakaman kaum muslimin. Dan perbuatan (Sunnah) Rasulullah SAW menjadi indikasi bahwa lafazh al-Iman dalam hadits ini bukan bermakna al-iman dalam arti akidah kebalikan kufur, dan sesungguhnya kata ini merupakan petunjuk atas besarnya dosa zina, dan jika perbuatan ini menafikan keimanan ketika dilakukan itu merupakan ungkapan kiasan sebagai petunjuk besarnya dosa zina.”

Dalam kitab Ushuul al-fiqh-nya, Syaikh ‘Atha bin Khalil pun menjelaskan bahwa kalimat penafian iman merupakan indikasi tegas, kecaman tegas yang menunjukkan keharaman/ larangan.

Tapi perlu dipahami bahwa jika seseorang melakukan zina dan ia meyakini, mengi’tikadkan kehalalannya maka ia telah murtad karena pengingkarannya pada perkara qath’iy (akidah) yakni keyakinan akan keharaman zina yang notabene didasari oleh dalil-dalil qath’iyyah.

Wallaahu a’lam

Alhamdulillaah, bahasan kitab tafsir ini rutin ana jelaskan di majlis ta’lim yang dikelola keluarga besar, infonya di sini:

Baca dan Pelajari Kitab Tafsir Guru Kita Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasytah

Video Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha yang Membahas Bahasan Ini di Mesir:

نظرات في سورة البقرة ح23

Informasi Tambahan Lain:

Penjelasan Hadits 1

Penjelasan Hadits 2

One comment on “Penjelasan Sekilas Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Hadits yang ‘Menafikan’ Keimanan Pezina

  1. […] Lihat pula penjelasan beliau atas kemaksiatan zina: Penjelasan Sekilas Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Hadits yang ‘Menafikan’ Keimanan Pezina […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s