Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)

2

Alhamdulillaah, bahasan ini telah Saya jelaskan dalam kajian kitab tafsir Syaikh ‘Atha pada pertemuan-pertemuan yang lalu di Cianjur:

Undangan Kajian Tafsir

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٢) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (٣) أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (٥

(Orang-orang yang bertakwa yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad) dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 3-5)

Asy-Syaikh ’Atha bin Khalil menjelaskan diantaranya:

إن الله سبحانه بعد أن ذكر الإيمان بالغيب عاد فذكر الإيمان بالآخرة وهي جزء من الغيب، وهذا من باب ذكر الخاص بعد العام لإبراز أهميته، فالإيمان بالغيب من العقيدة والإيمان بالآخرة أمر مهم فيها، وعلى المسلم أن يتذكر الآخرة على الدوام ويتطلع إليها فوق تطلعه إلى الدنيا أضعافًا مضاعفةً

”Sesungguhnya setelah Allah menyebutkan perintah beriman terhadap ghaib, Allah pun kembali menyebutkan iman terhadap akhirat, dan ia bagian dari perkara ghaib. Hal ini termasuk penyebutan yang khas setelah kata yang umum untuk menunjukkan keutamaan yang khas tersebut, maka keimanan terhadap perkara ghaib termasuk ruang lingkup akidah, dan iman terhadap akhirat merupakan (salah satu) perkara penting di antaranya, maka sudah semestinya seorang muslim mengingat akhirat secara berkesinambungan, dan mencurahkan perhatiannya terhadap akhirat jauh berlipat-lipat di atas perhatiannya terhadap perkara duniawi.” (Lihat: At-Taysîr fî Ushûl At-Tafsîr (Sûrah Al-Baqarah), Syaikh ‘Atha’ bin Khalil Abu Rusythah – Dar al-Ummah: Beirut. Cet. II: 1427 H/ 2006)

Dalam bahasan ilmu balaghah, penyebutan yang khusus setelah kata yang umum (ذكر الخاص بعد العام) itu faidahnya:

ويؤتى به للتنبيه على فضل الخاص

”Dan dimunculkannya (kata khash) tersebut (setelah yang umum) sebagai penekanan perhatian atas keutamaan yang khas tersebut.” (Lihat: Al-Balâghah wan-Naqd (Al-Mustawâ’ Ar-Râbi’). Arab Saudi: Jaami’atul Imaam Muhammad bin Su’ud)

Hal itu sudah semestinya mendorong seorang muslim untuk semakin bersemangat dalam menuntut ilmu, diantaranya ilmu balaaghah dan ilmu-ilmu lainnya yang bertalian dengan al-Qur’an, untuk memperdalam interaksi dengan Kalaamullaah yang agung ini. Yassarallaahu umuuranaa.

Dan benar untaian hikmah yang disampaikan salah seorang Dosen Tafsir dari Mesir di tempat Saya bekerja ketika kami berdiskusi tentang ilmu balaaghah dan tafsir al-Qur’an, beliau al-Ustadz asy-Syaikh Hisyam asy-Syansyawri al-Mishriy –rahimahullaah- menuturkan:

لكل حرف من حروف القرآن فيه أسرار

“Setiap huruf dari huruf-huruf Al-Qur’an mengandung pelbagai rahasia (kandungan makna).”

…ما شاء الله… Betapa luasnya ilmu ini, dan betapa sedikitnya ilmu yang Saya pahami darinya…

سبحانك لا علم لنا إلا ما علمتَنا إنك أنت العليم الحكيم

والله أعلم بالصواب

Klik Download Kitab Tafsir -التيسير في أصول التفسير- nya Asy-Syaikh ‘Atha’ bin Khalil

4 comments on “Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s