Khalifah: Wajib Satu untuk Seluruh Dunia pada Satu Masa (Qawl Imam al-Mawardi)

267818_546059825416217_341836033_n

-Kajian Kitab Ringkas: Aadaab al-Dunyaa’ wa al-Diin, Imam ‘Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi al-Syafi’i (Imam al-Mawardi)-

Download Kitab:

أدب الدنيا والدين

اداب الدنيا والدين

Di antara perbedaan Islam dengan konsep-konsep politik jahiliyyah (diantaranya Demokrasi) adalah dalam masalah kepemimpinan. Berbeda dengan Demokrasi, Islam tidak memperbolehkan banyaknya pemimpin (Khalifah) lebih dari satu pada satu masa, yang menggambarkan perpecahan umat ini.

Imam al-Mawardi -hafizhahullaah- menuturkan:

فَأَمَّا إقَامَةُ إمَامَيْنِ أَوْ ثَلاَثَةٍ فِي عَصْرٍ وَاحِدٍ، وَبَلَدٍ وَاحِدٍ فَلاَ يَجُوزُ إجْمَاعًا

“Adapun mengangkat dua orang penguasa atau tiga orang (atau lebih) dalam satu masa dan satu negeri maka tidak diperbolehkan secara ijma’.”

Lalu Imam al-Mawardi pun mengungkapkan pendapat kelompok syadz -kontroversial-, yang memperbolehkan berbilangnya khalifah dalam rangka membantahnya:

فَأَمَّا فِي بُلْدَانَ شَتَّى وَأَمْصَارٍ مُتَبَاعِدَةٍ فَقَدْ ذَهَبَتْ طَائِفَةٌ شَاذَّةٌ إلَى جَوَازِ ذَلِكَ؛ لِأَنَّ الامَامَ مَنْدُوبٌ لِلْمَصَالِحِ. وَإِذَا كَانَ اثْنَيْنِ فِي بَلَدَيْنِ أَوْ نَاحِيَتَيْنِ كَانَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَقْوَمَ بِمَا فِي يَدَيْهِ، وَأَضْبَطَ لِمَا يَلِيهِ. وَلِأَنَّهُ لَمَّا جَازَ بَعْثَةُ نَبِيَّيْنِ فِي عَصْرٍ وَاحِدٍ وَلَمْ يُؤَدِّ ذَلِكَ إلَى إبْطَالِ النُّبُوَّةِ، كَانَتْ الامَامَةُ أَوْلَى وَلاَ يُؤَدِّي ذَلِكَ إلَى إبْطَالِ الامَامَةِ.

Adapun dalam konteks negeri yang beragam dan wilayah yang berjauhan, maka satu golongan yang syadz (tidak dikenal, kontroversial) memperbolehkannya, (dengan alasan) karena penguasa merupakan duta (penolong umat-pen) untuk mewujudkan berbagai kemaslahatan. Dan (diasumsikan) jika ada dua penguasa dalam dua negeri atau dua bagian dimana setiap pemimpin dari dua pihak ini bisa lebih kokoh dengan kekuasaan yang ada di tangannya, dan lebih terkontrol dengan apa yang ada di sisinya (daripada kekuasaan berada dalam satu orang pemimpin-pen.), dan dikarenakan bolehnya pengutusan dua orang Nabi dalam satu masa dan tidak berdampak pada batalnya kenabian, maka kepemimpinan lebih memerlukan hal itu dan tidak lantas merusak kepemimpinan tersebut.

Imam al-Mawardi lantas mengoreksinya dan menjelaskan:

وَذَهَبَ الْجُمْهُورُ إلَى أَنَّ إقَامَةَ إمَامَيْنِ فِي عَصْرٍ وَاحِدٍ لاَ يَجُوزُ شَرْعًا لِمَا رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ: {إذَا بُويِعَ أَمِيرَانِ فَاقْتُلُوا أَحَدَهُمَا}. وَرُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ: {إذَا وَلَّيْتُمْ أَبَا بَكْرٍ تَجِدُوهُ قَوِيًّا فِي دِينِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ضَعِيفًا فِي بَدَنِهِ. وَإِذَا وَلَّيْتُمْ عُمَرَ تَجِدُوهُ قَوِيًّا فِي دِينِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَوِيًّا فِي بَدَنِهِ، وَإِنْ وَلَّيْتُمْ عَلِيًّا تَجِدُوهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا}. فَبَيَّنَ بِظَاهِرِ هَذَا الْكَلاَمِ أَنَّ إقَامَةَ جَمِيعِهِمْ فِي عَصْرٍ وَاحِدٍ لاَ يَصِحُّ، وَلَوْ صَحَّ لاَشَارَ إلَيْهِ، وَلَنَبَّهَ عَلَيْهِ.

“Dan mayoritas ulama mengadopsi pendapat bahwa mengangkat dua orang penguasa dalam satu masa tidak diperbolehkan secara syar’i berdasarkan apa yang diriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Jika diangkat dua orang pemimpin maka bunuhlah salah satunya (yang terakhir dari keduanya-pen.).” Dan diriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Jika kalian mengangkat Abu Bakr menjadi pemimpin maka kalian temukan dirinya kuat dalam Din Allah dan lemah fisiknya, dan jika kalian mengangkat ‘Umar menjadi pemimpin maka kalian temukan dirinya kuat dalam Din Allah dan kuat fisiknya, dan jika kalian mengangkat ‘Ali sebagai pemimpin maka akan kalian temukan bahwa ia adalah orang yang menyampaikan petunjuk dan dianugerahi petunjuk.”  Maka penjelasan dengan zhahir hadits ini bahwa mengangkat mereka semua sebagai pemimpin dalam satu masa tidak sah (secara syar’i), meskipun di sisi lain dibenarkan mengisyaratkan hadits ini dan memperhatikannya.”[1]

Saya (Irfan Abu Naveed) katakan: “Dan pendapat mayoritas ulama inilah yang lebih raajih dan pasti bermaslahat karena berdasarkan hujjah sunnah Rasulullah SAW, bukan kemaslahatan hawa nafsu. Lantas bagaimana dengan Demokrasi dan pemahaman-pemahaman jahiliyyah lainnya yang memecah belah umat dalam Nation States?? Maka, kami tegaskan bahwa kaum muslimin mengugat Demokrasi yang memecah belah umat dan wajib diganti dengan al-Khilaafah al-Islaamiyyah!”


[1] Lihat: Aadab al-Dunyaa’ wa al-Diin, Imam ‘Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi al-Syafi’i (Imam al-Mawardi)

One comment on “Khalifah: Wajib Satu untuk Seluruh Dunia pada Satu Masa (Qawl Imam al-Mawardi)

  1. Irfan Abu Naveed mengatakan:

    Kajian Kitab Kuning: Al Ahkamus Sulthaniyyah wal Wilayatud Diniyyah.

    Buku ini ditulis oleh al Imam al Mawardi (370 – 450H). Nama beliau adalah Ali bin Muhammad. Seorang imam besar ahli fikih, tafsir dan ushul dari Madzhab Syafi’i. Kitab ini tentu sangat terpengaruh dengan pendapat-pendapat madzhab Syafi’i dalam hukum.

    Imam Al Mawardi berkata dalam kitab Ahkamus Sulthaniyah: Jika imamah (kepemimpinan) diberikan kepada dua orang di dua tempat, maka imamah (kepemimpinan) kedua tidak sah, karena umat tidak dibenarkan mempunyai dua imam (khalifah) pada waktu yg sama, kendati ada orang sesat yg membolehkannya.

    Imam Al Mawardi juga berkata dalam kitab tersebut: Dalam Islam, imamah adalah pondasi yg mengokohkan prinsip2 agama, dan mengatur kepentingan2 umum, hingga urusan rakyat berjalan dg normal. Sesungguhnya imam (khalifah) itu diproyeksikan utk mengambilalih peran kenabian dlm menjaga agama dan mengatur dunia. Oleh karena itu, imamah wajib adanya.

    Ustadz Khalid Abdul Latif Sab’il Alim, muhaqqiq kitab Ahkamus Sulthaniyah berkata: buku Imam Al Mawardi ini adalah pembanding hakikat konsep kekuasaan dlm Islam dg konstitusi bid’ah yg diajarkan di berbagai instansi yg ada saat ini. Islam adalah akidah aplikatif. Akidah yg menghasilkan nizham. Dengan kata lain, Islam adalah akidah yg menghasilkan syariat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s