Islam Berbicara Tentang Hal Ihwal Mimpi

Cover Buku-1

(Bedah Buku “Menyingkap Jin & Dukun Hitam Putih Indonesia”)

Sunnah Nabi telah merinci mimpi. Dalam hadits banyak dijelaskan tentang mimpi. Imam Bukhari dalam kitab Shahiih-nya bahkan membahas dalam satu bab khusus yang diberi nama ‘Ta’bir’ dengan menyebutkan 99 hadits yang semuanya disepakati Imam Muslim kecuali beberapa hadits saja. Imam Bukhari pun menyebutkan sepuluh hadits dari shahabat dan tabi’in. Hal itu dijelaskan al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fat-hul Bâri’[1]. Di antaranya:

Hadits dari Abu Qatadah r.a.:

الرُّأْيَا الحَسَنَةُ مِنَ اللهِ وَالْحُلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَآى شَيْئًَا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثُ عَنْ شِمَالِهِ ثَلاَثًَ وَالْيَتَعَوَّذْ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا لاَ تَضُرُّهُ

“Mimpi baik itu dari Allâh dan mimpi buruk itu dari syaithân. Barangsiapa mimpi sesuatu yang tidak disukainya, hendaknya ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan memohon perlindungan dari syaithân. Maka mimpi itu tidak akan membahayakannya.” (HR. Al-Bukhârî & Muslim)

Ketika Bermimpi Sesuatu yang Tak Disukai[2]

  • Meludah tiga kali ke sebelah kirinya,
  • Memohon perlindungan kepada Allâh dari godaan syaithân yang terkutuk:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

  • Mengubah posisi tidurnya (lambungnya yang tadinya berada di satu sisi di ubah ke sisi yang lain),
  • Bangun dari tidur lalu berwudhu dan menunaikan shalat,
  • Tidak menceritakan mimpi buruknya kepada orang lain, berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad, mimpi yang baik boleh diceritakan sebagai tahannuts bin ni’mat.

Mimpi Tak Bisa Dijadikan Dalil Untuk Menghukumi Sesuatu

Para ulama bersepakat bahwa mimpi tak pantas dijadikan dasar hukum dan dalil syari’at, dengan argumentasi:

  1. Syari’at telah menetapkan dasar hukum, yaitu al-Qur’ân, al-Sunnah, Ijmâ’ al-Shahâbah dan Qiyas Syar’iyyah. Syari’at tidak menjadikan mimpi seseorang yang bukan nabi sebagai dasar hukum. Unzhur: QS. Al-A’raaf: 3, QS. Al-Maa-idah: 92, QS. QS. Al-Hasyr: 7. Mimpi yang benar adalah mimpi yang merupakan pertanda petunjuk dari Allâh. Mimpi para nabi adalah wahyu dan merupakan kebenaran sebab wahyu terjaga dari syaithân. Karena itu Nabi Ibrahim a.s., menyembelih putranya, Isma’il a.s., berdasarkan mimpi. Adapun mimpi selain nabi, maka tak lepas dari salah. Karena itu perlu ditimbang dengan timbangan Islam.
  2. Sumber mimpi beragam. Ia seperti mukasyafah, yaitu bisa datang dari Allâh, atau bisikan dalam diri manusia (obsesi), atau dari tipu daya syaithân.
  3. Orang yang tidur bukanlah orang yang sadar. Ia tak bisa melihat mimpinya dengan pasti. Karena itu, orang yang tidur tak dikenai taklif.

Tiga Jenis Mimpi

Rasûlullâh SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ وَأَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُزْءٌ مِنْ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ

“Apabila hari kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang Muslim yang tidak benar. Dan mimpi yang paling paling benar adalah mimpi yang selalu bicara benar. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari empat puluh lima macam Nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allâh. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syaithân. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian Shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Muslim, Abû Dawud, al-Tirmidzi, Ahmad)

Dari Abu Hurairah berkata: Rasûlullâh SAW bersabda:

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ تَكْذِبُ وَأَصْدَقُهُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُهُمْ حَدِيثًا وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنْ اللهِ وَالرُّؤْيَا مِنْ تَحْزِينِ الشَّيْطَانِ وَالرُّؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهَا الرَّجُلُ نَفْسَهُ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيَتْفُلْ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ

“Bila waktu sudah terasa ringkas, hampir mimpi mu`min bukanlah bohong, dan mimpi mereka yang paling benar adalah yang paling benar kata-katanya dan mimpi muslim adalah satu dari empatpuluh enam bagian kenabian, mimpi itu ada tiga; mimpi yang baik adalah khabar gembira dari Allâh, mimpi dari kesedihan yang dibuat syaithân dan mimpi yang dibisikkan oleh jiwa seseorang, bila salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu yang tidak ia suka, hendaklah meludah dan tidak memberitahukannya kepada orang-orang.” (HR. al-Tirmidzi. Hadits Hasan Shahih)

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda:

الرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَبُشْرَى مِنْ اللهِ وَحَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفٌ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا تُعْجِبُهُ فَلْيَقُصَّهَا إِنْ شَاءَ وَإِذَا رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلَا يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ

“Mimpi itu ada tiga; berita baik dari Allâh, panggilan jiwa dan ketakutan yang dihadirkan oleh syaithân. Maka jika salah seorang dari kalian bermimpi dengan sesuatu yang indah, jika dia mau hendaklah ia ceritakan, dan jika melihat sesuatu yang dibenci maka janganlah ia ceritakan, tetapi hendaklah ia bangun dan shalat.” (HR. Ahmad)


[1] Lihat: cet. Dar al-Fikr, jilid XII, hlm. 446.

[2] Lihat: Tamhidul Kitab Muntakhabul Kalam fii Tafsiiril Ahlaam, al-Imam Muhammad Ibn Sirin, dan detailnya bisa dilihat dalam Faat-hul Baari’ syarah hadits no. 6985, 6995, 7005)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s