Sekilas Tentang Khilafah Penjaga Akidah Umat

(Dinukil dari buku “Menyingkap Jin & Dukun Hitam Putih Indonesia” – Ust.Irfan Ramdhan al-Raaqiy: Link)

Khilâfah adalah metode syar’i untuk menerapkan syari’at Islam secara kâffah, merupakan perisai (junnah) yang menjaga akidah umat dari segala bentuk kekufuran. Negara pula yang mampu memerangi kesesatan, kemurtadan, kekufuran secara sistemik. Sebagaimana yang dilakukan Khalîfah Abu Bakar al-Shiddiq ketika ia memerangi orang-orang yang menghalalkan diri untuk melanggar kewajiban berzakat. Muhammad bin Yusuf al-Farabriy berkata bahwa “Diceritakan dari Abu ‘Abdullah dari Qabishah berkata:

هُمْ الْمُرْتَدُّونَ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى عَهْدِ أَبِي بَكْرٍ فَقَاتَلَهُمْ أَبُو بَكْرٍ

“Murtaddûn disini adalah orang-orang yang murtad (keluar dari Islam karena menolak membayar zakat) pada zaman (Khalîfah) Abu Bakr, lalu Abu Bakr memerangi mereka.” (HR. al-Bukhârî)

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Seorang imam itu laksana perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya. Jika seorang imam (pemimpin) memerintahkan supaya takwa kepada Allâh ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, maka dia (imam) akan mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia (imam) memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Muslim)

Para ulama menegaskan bahwa Khilâfah itu penting dan wajib. Dalam kitab Mathalibu Ulin Nuha fî Syarhi Ghayatil Muntaha dinyatakan : “ …(dan mengangkat imam itu adalah fardhu kifayah) karena manusia memang membutuhkan hal tersebut untuk menjaga kemurnian (agama), memelihara konsistensi (agama), menegakkan had (hudûd), menunaikan hak-hak, dan memerintahkan kepada yang makruf serta melarang kemungkaran.”

Al-Qâdhi Abû Ya’la al-Farrâ’ رحمه الله mengungkapkan: “Imam diwajibkan untuk mengurus urusan umat ini, yakni sepuluh urusan: Pertama, menjaga agama berkenaan dengan ushûl yang disepakati umat terdahulu. Jika orang yang bersekongkol mempunyai kesalahan terhadapnya, dia (imam) bertanggungjawab untuk menerangkan hujjah dan menyampaikan kebenaran terhadapnya. Dia juga yang bertanggungjawab untuk melaksanakan hak dan sanksi, agar agama ini tetap terjaga dan terpelihara dari kesalahan. Dan umat ini akan tetap terhindar dari ketergelinciran.”

Syaikh Ibnu Taimiyyah berkata: “…Dengan adanya kepemimpinan itu hukum-hukum Allâh bisa ditegakkan, jalan-jalan akan tetap terjada keamanannya, musuh-musuh akan tetap dapat diperangi…”

Penulis syarh kitab al-Thahawiyyah menegaskan bahwa pemerintah dan pihak yang berwajib harus berusaha keras memberantas praktik-praktik mistik, baik yang digelar oleh dukun, peramal, paranormal, tukang sulap, ahli perbintangan dan orang-orang yang memiliki ilmu-ilmu hitam lainnya. Di samping itu, segala macam sarana dan prasarana yang dapat menyuburkan praktik perdukunan, harus dilarang keras. Sehingga di jalan-jalan, di rumah dan di tempat umum lainnya, tak ditemukan lagi praktik perdukunan.

Termasuk kewajiban yang ada dipundak pemerintah adalah menjaga akidah umat ini dari aksi pemurtadan musuh-musuh Islam, khususnya program kristenisasi (ghazw al-tabsyiri) yang kini kian gencar dilancarkan misionaris.

Lantas bagaimana dengan suburnya kesyirikan dalam naungan Demokrasi? Wal ‘iyaadzu billaah

Murtadnya Muslim dalam Sistem Demokrasi VS Sistem Islam (Al-Khilaafah)

5 comments on “Sekilas Tentang Khilafah Penjaga Akidah Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s