Mengenal Syaithan “Musuh Bebuyutan”

Kaum muslimin harus memahami hal ini, sebagaimana dikatakan dalam sya’ir:

عرفت الشرّ لا للشرّ لكن لتوقيّه
ومن لا يعرف الشرّ من النّاس يقع فيه

“Aku mengetahui keburukan bukan tuk melakukan keburukan, melainkan memproteksi diri darinya”
“Dan barangsiapa tak mengetahui keburukan, maka ia akan terjerumus ke dalamnya” [1]

Para ‘ulama menjelaskan, syaithân berasal dari kata syathana (شطن), yang berarti jauh. Jumhur ‘ulama mengambil akar kata syathana-yasthunu (شطن – يشطن) bukan syatha-yasthu (شاط-يشطو). Yang artinya : menjauh dari rahmat Allah. [2]

Syaikh Prof. Muhammad ‘Ali Al-Shabuniy menegaskan:

الشيطان: المتمرّد العاتي، وهو مشتق من (شَطَن) بمعنى بَعُد، يقال: شطنت داره أي بعدت

“Syaithan: makhluk durhaka yang pongah, lafazh ini merupakan derivat (turunan) dari kata syathana yang artinya menjauh, dikatakan: syathanta daarahu yakni anda menjauh” [3]

Al-‘Allamah al-Imam al-Qurthubi menuturkan dalam tafsirnya:

وسمّي الشيطان (سيطانًا) لبعده عن الحقّ وتمرّده، وذلك لأنّ كل عاتٍ متمرّد، من الجنّ، والإنس، والدواب، شيطانٌ

“Dinamakan syaithan karena jauh dari kebenaran dan karena kedurhakaannya. Karena setiap makhluk yang angkuh nan durhaka dari golongan jin, manusia dan hewan dinamakan syaithan.”

Al-Imam Fakhruddin al-Raziy mengatakan:

والشيطان ليس مختصًا بالجنّ، بل يطلق على الإنس، قال تعالى: (شياطين الإنس والجنّ..

“Syaithan tidak khusus disematkan pada golongan jin saja, akan tetapi pada golongan manusia juga. Allah SWT berfirman: “Syaithan-syaithan golongan manusia dan golongan jin”.”

Imam al-Jauhari –ulama pakar bahasa arab- menjelaskan bahwa semua yang membangkang baik dari golongan jin, manusia, maupun binatang –secara bahasa- bisa dinamakan syaithân. [4]

Syaikh Manshur Ali Nashif, menerangkan bahwa iblis, syaithân dan ifrit maknanya sama, yaitu jin yang sombong, yang senantiasa menggoda. [5]

Penulis tegaskan berdasarkan ayat-ayat al-Qur’ân, syaithân ialah kata umum yang menggambarkan sifat membangkang dan sifat suka mengajak pada kesesatan, menjauhkan hamba Allah dari kebenaran, penyebar kerusakan dan kehidupan yang buruk. [6]

Hal ini dipertegas oleh pernyataannya sendiri yang terekam dalam al-Qur’ân bahwa dirinya bersumpah akan menyesatkan manusia dari jalan Allâh yang lurus. Karakter ini bisa melekat pada jin dan manusia (syaithân golongan jin dan manusia), sebagaimana difirmankan Allâh:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَٰهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Tuhan sesembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (TQS. An-Nâs [114]: 1-6)

Kata al-jinnah (الجنة) merupakan bentuk jamak dari kata al-jin (الجن). Qatadah berkata: “Sesungguhnya dari golongan manusia terdapat syaithân dan dari golongan jin pun ada syaithân. Karena itu, kita berlindung dari mereka.” [7]

Ketika menafsirkan QS. al-Hijr: 27, Imam Fakhruddin al-Razi menegaskan:

واختلفوا في الجن فقال بعضهم : إنهم جنس غير الشياطين والأصح أن الشياطين قسم من الجن ، فكل من كان منهم مؤمناً فإنه لا يسمى بالشيطان ، وكل من كان منهم كافراً يسمى بهذا الإسم

“Para ‘ulama berbeda pendapat tentang jin, sebagian dari mereka berkata: “Sesungguhnya bangsa jin adalah sejenis makhluk selain syaithan. Dan yang paling benar bahwasanya syaithan adalah bagian dari jin, maka setiap jin yang beriman tidak dinamakan syaithan, sebaliknya setiap jin yang kafir dinamakan dengan nama ini (syaithan).” [8]

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaithân-syaithân (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’âm [6]: 112)

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah saw bersabda:

يَا أَبَا ذَرٍّ تَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ شَرِّ شَيَاطِينِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ وَلِلْإِنْسِ شَيَاطِينُ قَالَ نَعَمْ

“Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allâh dari gangguan syaithân golongan manusia dan jin.” Aku bertanya: “Wahai Rasûlullâh, apakah dari golongan manusia terdapat syaithân?” Beliau menjawab: “Ya.” (HR. Ahmad) [9]

Adapun sifat al-rajiim yang pantas disematkan pada syaithan bermakna:

الرجيم: معناه المرجوم [10] ، فالشيطان مرجوم لأنه ملعون ومطرود من رحمة الله عزّ وجل

“Al-Rajiim maknanya adalah terkutuk, maka syaithan terkutuk karena dilaknat dan dijauhkan dari rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.”

Makhluk yang dilaknat maknanya adalah:

اللعنة هي الطرد والإبعاد عن رحمة الله

“La’nat adalah terpalingkan dan terjauh dari rahmat Allah.” [11]

 

Catatan Kaki:

[1] Lihat: Rawâ’i al-Bayân (Tafsîr Aayât al-Ahkâm), Syaikh Prof. ‘Ali ‘Ashabuniy (Juz. I)
[2] Lihat: Mu’jam Lughatil Fuqahâ’, al-Syaikh Prof. Dr. Muhammad Rawwas Qal’ah Ji.
[3] Lihat: Rawâi’ul Bayân fii Tafsiir Aayât al-Ahkâm (juz.1/h.17-18), al-Syaikh Prof. Muhammad ‘Ali Al-Shabuniy, Maktabah al-Ghazaliy.
[4] Lihat pula: Mu’jam Lughatil Fuqahâ’, Prof. Dr. Muhammad Rawwas Qal’ahji.
[5] Lihat: al-Tâj, juz. V, hlm. 232.
[6] Lihat: al-Mu’jam al-Wasîth.
[7] Lihat: Bahr al-Muhîth, vol. 8, 535; dalam Majalah al-Wa’ie no. 112, thn. X, 1-31 Desember 2009.
[8] Lihat: Mafâtih al-Ghayb, Imam Fakhruddin al-Razi.
[9] Dari Abu Dzar no. 20566, 20572 & Abu Umamah no. 21257.
[10] Dinyatakan dalam tafsir:

فهو (فعيل) بمعنى (مفعول) يقال: عين كحيل، أي مكحول، وكف خضيب، أي مخضوب، ورجل لعين أي ملعون

[11] Lihat: As-ilatun Bayaaniyyatun Fii al-Qur’aan al-Kariim, Dr. Fadhil Shalih al-Saamaraa-iy.

This entry was posted in Akidah.

2 comments on “Mengenal Syaithan “Musuh Bebuyutan”

  1. […] Download Makalah-Mak… on Mengenal Syaithan “Musuh… […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s