Mengenal Iblis “Pemimpin Kesesatan”

Kaum muslimin harus memahami hal ini, sebagaimana dikatakan dalam sya’ir:

عرفت الشرّ لا للشرّ لكن لتوقيّه
ومن لا يعرف الشرّ من النّاس يقع فيه
“Aku mengetahui keburukan bukan tuk melakukan keburukan, melainkan memproteksi diri darinya”
“Dan barangsiapa tak mengetahui keburukan, maka ia akan terjerumus ke dalamnya” (Lihat: Rawâ’i al-Bayân (Tafsîr Aayât al-Ahkâm), Syaikh Prof. ‘Ali ‘Ashabuniy (Juz. I))

Iblis secara lughawiy berasal dari kata ablasa (أبلس) yang artinya membangkang atau putus asa (dari rahmat Allâh ). Dalam al-Mu’jam al-Wasîth, Iblis dinyatakan sebagai “رأس الشياطين” (pemimpin para syaithân). (Lihat: al-Mu’jam al-Wasîth (h.3/cet. V), Maktabah al-Syuruuq al-Dawliyyah)

Lantas, apabila timbul pertanyaan “Apakah ia termasuk golongan malaikat atau golongan jin?” Maka jawabannya termaktub dalam ayat-ayat-Nya yang agung berikut ini:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya… (TQS. Al-Kahfi [18]: 50)

Frase “كان من الجن ففسق عن أمر ربه” (dia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya) menunjukkan dengan jelas bahwa iblis termasuk golongan jin yang durhaka pada Allâh. Iblis dinyatakan “ففسق عن أمر ربه” karena ia keluar dari keta’atan terhadap Allah dengan menolak bersujud memberikan penghormatan kepada Nabi Adam a.s. (Lihat: Tafsiir al-Jalaalayn)

Ketika menafsirkan ayat di atas, Imam ibn Katsir menyatakan:

فإنه خلق من مارج من نار

“Maka sesungguhnya Iblis (jin) diciptakan dari nyala api”

Lalu al-Hafizh Ibn Katsir pun mengutip hadits shahih riwayat ‘Aisyah r.a.:

خُلِقَتِ الْمَلائِكَةُ مِنْ نُوْرٍ، وخُلِقَ إِبْلِيْسُ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، خُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

“Para malaikat diciptakan Allah dari cahaya, dan Iblis diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan sebagaimana yang telah disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim)

Dipertegas informasi dari Allah dalam QS. al-A’râf [7]: 12:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

“Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?.” Iblis menjawab: “Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Ia Engkau ciptakan dari tanah.” (TQS. Al-A’râf [7]: 12)

Lantas, mengapa iblis mendurhakai perintah Allâh dengan menolak bersujud (penghormatan) untuk memuliakan dan menghormati Nabi Adam -‘alayhissalaam-? Allah berfirman:

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (٢٩) فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (٣٠) إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ (٣١) قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ (٣٢) قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (٣٣

“Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya (Adam), dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud . Maka bersujudlah Para Malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?” Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (TQS. Al-Hijr [15]: 29-33)

Dalam ayat lainnya:

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (١١) قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (١٢) قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ (١٣) قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٤) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (١٥

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina.” Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.” (TQS. Al-A’râf [7]: 11-15)

Iblis la’natullâhi ‘alayh mendurhakai Allâh, terjerembab ke dalam kehinaan yang kekal karena sifat ketakaburannya. Ia merasa lebih mulia daripada Adam , karena wujudnya diciptakan Allâh dari api, sedangkan Adam diciptakan-Nya dari tanah liat yang kering.

Namun, tak semua jin membangkang kepada Allâh , di antara mereka pun ada yang shalih, bertaqwa pada Allâh, sebagaimana dikabarkan-Nya dalam QS. Al-Jin [72]: 11-14.

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا (١١) وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ نُعْجِزَ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ وَلَنْ نُعْجِزَهُ هَرَبًا (١٢) وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَىٰ آمَنَّا بِهِ ۖ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا (١٣) وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا (١٤) وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا (١٥

“Dan Sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang saleh dan di antara Kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. adalah Kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa Kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari. Dan Sesungguhnya Kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), Kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, Maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. Dan Sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, Maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. (TQS. Al-Jin [72]: 11-14)

Simpulannya, “iblis” adalah jin yang durhaka, membangkang terhadap perintah Allâh.

This entry was posted in Akidah.

2 comments on “Mengenal Iblis “Pemimpin Kesesatan”

  1. […] Download Makalah-Mak… on Mengenal Iblis “Pemimpin… […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s