Menakar Fenomena Jin “Menampakkan Wujud”

Kajian Akidah

Pertanyaan

“Mengapa orang-orang khususnya di Indonesia seringkali mengisahkan tentang wujud-wujud aneh semisal pocong, kuntilanak? Makhluk apakah mereka ini?”

Jawaban

Di antara hal yang paling menarik perhatian manusia mengenai ‘dunia lain’ adalah fenomena penampakan. Ironisnya, banyak dari kisah-kisah tersebut ditunggangi berbagai khurafat yang tersebar ke tengah-tengah masyarakat dengan cara dan media yang beragam. Dan di balik itu semua tegak makar dan tipu daya syaithan menyesatkan manusia.

Barangkali tak jarang di antara kita mendengar kesaksian orang-orang terdekat, atau bahkan mungkin ada di antara kita yang menyaksikan ‘penampakan hantu’. Lantas bagaimana Islam memandang fenomena ini? Perhatikanlah firman Allâh:

 إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ

“… Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka….” (QS. Al-A’râf [7]: 27)

Yang dimaksud “..dari suatu tempat yang kamu (manusia) tidak bisa melihat mereka (jin)….” adalah jin dalam wujud aslinya. Artinya, jin dalam wujud aslinya tak bisa dilihat oleh bangsa manusia. Sebagaimana dikatakan dalam Mu’jam Lughah al-Fuqahâ’:

مخلوقات لا نراها

“(Jin) adalah makhluk-makhluk yang tidak bisa kita lihat”

Merujuk pada ayat ini Imam al-Syafi’i berpendapat:

ومن زَعَمَ أنه رآهم رُدّت شهادتُهُ وعُزِّرَ لمخالفته القرآن

“Barangsiapa mengklaim telah melihat bangsa jin, maka kesaksian (syahadat)-nya ditolak dan di-ta’zir karena menyelisihi keterangan Al-Qur’ân.”

Dikatakan bahwa:

وحمل بعضهم كلامَ الشافعي على زَاعِمِ رؤية صُوَرِهِم التي خُلِقُوا عليها

“Sebagian ulama mengarahkan perkataan Imam Syafi’i ini terhadap orang-orang yang mengklaim melihat bentuk asli jin, sebagaimana jin itu diciptakan.”

Syaikhul Islam ketika menjawab pertanyaan tentang ayat ini menjawab:

“Yang ada di dalam Al-Qur’ân bahwa mereka (jin) melihat manusia sedangkan manusia tidak melihat mereka adalah haq (kebenaran) yang menunjukkan bahwa mereka melihat manusia pada suatu keadaan sedang manusia tidak melihatnya pada keadaan tersebut.” Syaikhul Islam pun menyatakan: “Tidak ada di dalamnya (penafsiran) bahwa tidak ada seorangpun di antara manusia yang tidak melihat mereka pada suatu keadaan, bahkan terkadang di antara orang-orang shalih melihat mereka begitu juga orang-orang yang tidak shalih, akan tetapi manusia tidak melihat mereka pada setiap saat.” Namun demikian, pernyataan ini tidak menunjukkan bahwa manusia mampu melihat wujud asli jin. Sebagaimana pula, tidak ada ilmu dalam Islam yang bisa mengantarkan manusia mampu melihat jin.

Menafsirkan ayat di atas, al-Imam al-Qurthubi menuturkan:

قال بعض العلماء : في هذا دليل على أن الجنّ لا يُرَوْن؛ لقوله : «مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ» وقيل : جائز أن يُرَوْا؛ لأن الله تعالى إذا أراد أن يُريهم كشف أجسامهم حتى تُرى

“Sebagian ulama berkata: di dalam ayat ini terdapat dalil bahwa jin tidak bisa dilihat berdasarkan penggalan ayat: “dari tempat yang kamu (manusia) tidak bisa melihat mereka (jin)” dan dikatakan juga: bisa saja terlihat, karena jika Allah menghendaki memperlihatkan mereka, Dia menyingkap wujud mereka hingga terlihat manusia.”

Imam al-Qurthubi pun menukil sejumlah hadits, jin-jin yang menampakkan wujud dalam bentuk yang lain. Wujud inilah yang mungkin terlihat oleh manusia. Misalnya jin kafir (syaithân) pernah menampakkan diri dalam wujud orang tua kepada kaum Quraisy sebanyak dua kali, perubahan wujud ini tentunya terlaksana dengan izin Allah yang Maha Kuasa. Pertama, ketika suku Quraisy berkonspirasi untuk membunuh Nabi Muhammad di Makkah. Kedua, dalam perang Badr pada tahun kedua Hijriah.

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan ketika syaithân menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.” Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaithân itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allâh.” Dan Allâh sangat keras siksa-Nya.” (TQS. Al-Anfâl [8]: 48)

Syaikhul-Islam dalam Risâlatul Jin (hlm. 32) menyatakan: “Jin bisa menyerupai bentuk manusia dan binatang, seperti ular….”

Pernyataan ini merujuk pada sejumlah hadits yang mencapai derajat mutawâtir. Salah satunya adalah:

الْحَيَّاتُ مَسْخُ الْجِنِّ

“Ular-ular adalah jelmaan dari jin….” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Thabrani, dan dishahih-kan oleh al-Hakim)

Maksudnya, jin terkadang menampakkan wujud dalam bentuk ular (diistilahkan dalam istilah “ular jadi-jadian”).

Syaikh Prof. Dr. M Mutawalli Sya’rawi menegaskan: “Allâh telah menjadikan syaithân yang berasal dari golongan jin itu dari api, yang bisa berubah bentuk. Sedangkan manusia tidak dapat mengubah bentuknya dan tidak mengerti sedikit pun tentang itu. Manusia tidak dapat melihat syaithân (golongan jin-pen.), karena syaithân berada di atas kekuatan hukumnya (syaithân diciptakan dari api, tapi penciptaan manusia lebih sempurna-pen.), kecuali jika syaithân itu mengubah bentuknya misalnya menjadi manusia atau binatang, maka kita dapat melihatnya (dalam kondisi tertentu-pen.).”

Syaikh Amin al-Kurdi menuturkan dalam kitab Tanwiir al-Quluub:

واعلم أنه لا يمتنع ظهور الملائكة والجن والشياطين على بعض الأبصار في بعض الأحوال

“Dan ketahuilah bukan hal yang mustahil adanya penampakan malaikat, jin dan syaithan (baca: syaithan golongan jin) di hadapan sebagian orang dalam kondisi tertentu.”

Tentang malaikat, kita temukan sejumlah riwayat yang menuturkan bahwa ada diantara mereka (misalnya Jibril a.s.) pernah mendatangi Rasulullah saw dengan menyerupai wujud pria.

Wallaahu a’lam bi al-Shawaab

4 comments on “Menakar Fenomena Jin “Menampakkan Wujud”

  1. 08999799319 mengatakan:

    yang penting jangan meminta bantuan pada mereka
    08999799319

    Suka

  2. 08999799319 mengatakan:

    jin lebih rendah derajatnya dibanding manusia

    Suka

  3. asep mengatakan:

    coba kaji lagi lebih mendalam apakah benar jin bisa dilihat dan mewujud jadi makhluk lain apalagi manusia. tidakkah manusia terhina dan jin sebagai makhluk sakti yg bisa merubah wujud? lantas hati2 dalam mmbahas syetan, syetan jangan dipersonifikasikan kpd jin krn syetan itu sifat artinya syetan tdk sama dg jin tdk sama dg iblis bhkan bisa saja syetan itu adalah manusa. trmksh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s