Tanya Jawab Seputar Jin yang Merasuki Tubuh Manusia (Part. I dari III)

cover-buku-1.jpg

Pertanyaan

asslm,ust mau tanya gmn caranya ruqyah agar jinnya gk bolak balik kembali masuk lg setelah di keluarkan…..

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على سيد المرسلين، أما بعد

Jawaban Mencakup:
Pertama, Dalil-Dalil Kerasukan Jin
Kedua, Hati-Hati Memahami Mengenai Keluarnya Jin dari Tubuh Manusia
Ketiga, Penangkal Gangguan Jin

Pertama, Dalil-Dalil Kerasukan Jin Berdasarkan Penjelasan Para Ulama

Fenomena kerasukan jin itu sendiri memang benar adanya, berdasarkan dalil-dalil al-Qur’an dan al-Sunnah maupun pengamatan terhadap fenomena-fenomena yang nyata. Allâh SWT berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan Syaithân lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allâh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. al-Baqarah [2]: 275)

Para ulama menjadikan ayat ini sebagai dalil yang menunjukkan adanya fenomena jin merasuki tubuh manusia. Al-Imam al-Qurthubi menyatakan: “Dalam ayat ini terdapat penegasan bahwa jin bisa masuk pada tubuh manusia.” (Lihat: Tafsîr al-Qurthubi, 3/355)

Imam al-Qurthubi pun menyatakan:

في هذه الآية دليل على فساد إنكار من أنكر الصَّرْع من جهة الجِنّ ، وزعم أنه من فِعل الطبائع ، وأن الشيطان لا يسلك في الإنسان ولا يكون منه مَسٌّ ، وقد مضى الردّ عليهم فيما تقدّم من هذا الكتاب

“Di dalam ayat ini terdapat dalil penolakan terhadap siapa saja yang mengingkari penyakit gila karena faktor jin, dan mengklaim penyakit ini hanya terjadi karena faktor alami dan mengklaim syaithan tak bisa berjalan dalam tubuh manusia, tidak ada kerasukan syaithan. Sungguh sudah ada bantahan terhadap mereka yang telah dikemukakan dalam kitab ini.”

Al-Hafizh al-Imam Ibnu Katsîr berkata: “Maksudnya mereka tidak berdiri dari kubur mereka kecuali seperti berdirinya orang yang terkena epilepsi ketika penyakitnya itu kambuh, lantas syaithân menyambarnya.”

Penjelasan serupa, bisa merujuk kepada kitab-kitab tafsir al-Qur’ân lainnya, karena komentar para ulama ahli tafsir tentang masalah ini sangat banyak.

Diperkuat pemahaman dari hadits-hadits Rasûlullâh SAW, diantaranya:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
“Sesungguhnya syaithân berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah.” (HR. al-Bukhârî & Muslim, lafal Muslim)

‘Abdullah ibn Ahmad ibn Hanbal berkata: “Aku pernah berkata kepada ayahku (Imam Ahmad) bahwa ada suatu kaum mengatakan bahwa sesungguhnya jin itu hanya merasuki jiwa orang yang terkena gangguan (maksudnya tidak mungkin bisa merasuki tubuh manusia-pen.). Imam Ahmad menjawab, ‘Wahai anakku, itu dusta. Justru jin telah merasuki lisannya sendiri.’”

Syaikhul Islam berkata: “Keberadaan jin terbukti dalam al-Qur’ân dan sunnah serta kesepakatan umat terdahulu. Begitu pula tentang masuknya jin ke dalam tubuh manusia sudah menjadi kesepakatan ulama ahlus sunnah wal jama’ah. Jin bisa masuk pada tubuh seseorang dan dapat mengatakan apa yang tidak pernah dia pelajari. Terkadang orang yang kerasukan memukul-mukul hingga jika mengenai seekor unta, unta itu bisa mati dan orang yang kerasukan itu tidak merasakannya.” Ia pun menegaskan: “Tak ada seorang pun di kalangan ulama yang mengingkari masuknya jin dalam jiwa orang yang terkena gangguan. Barangsiapa tidak mempercayai hal tersebut dan menyangka bahwa syari’at menyangkal peristiwa tersebut, maka justru ia sendiri yang menyangkal syari’at. Karena tidak ada dalil syara’ sedikit pun yang mengingkari (fenomena kerasukan itu).”

Fenomena tentang ini banyak kita temukan di zaman yang rusak kini, satu contoh kasus yang pernah penulis temukan: “Bagaimana mungkin seorang muslimah yang menjaga ‘auratnya pada suatu hari mengamuk sembari memuji-muji Yesus dan menggerak-gerakan tangannya membentuk simbol salib di dada?” Jika bukan karena makar syaithan golongan jin kafir!

Pembahasan lebih mendalam tentang ini, bisa dirujuk dalam kitab Audhah al-Bayân fî ‘Ilâj al-Mass wa al-Sihr wa Iidzâ’ al-Jan.

Lantas timbul pertanyaan, apa sebab-sebab yang bisa membuka peluang syaithan golongan jin merasuki tubuh manusia? Namun, intinya para ulama banyak menjelaskan dalam kutub mereka bahwa kemaksiatan bisa membuka dan menguatkan gangguan syaithan pada manusia.

والله أعلم بالصواب

2 comments on “Tanya Jawab Seputar Jin yang Merasuki Tubuh Manusia (Part. I dari III)

  1. […] Jawaban Atas Pertanyaan Seputar Jin yang Merasuki Tubuh Manusia (Part. I dari III) […]

    Suka

  2. Akh.Abu mengatakan:

    Assalaamu ‘alaikum,ustadz.saya baru beberapa tahun jadi da’i,namun objek da’wah saya diproritaskan pada wanita karena pergaulan mereka sangat kacau ditempat saya bekerja.suatu hari,terjadi kesurupan massal dan rata-rata jin yang merasuki wanita yang saya dakwahi mengatakan agama saya tidak bagus,suka bergaul dengan wanita,dan jin-jin itu mengancam,jika saya tidak mengubah prilaku yang suka mendakwahi wanita(suka dekati wanita katanya),maka mereka akan merasuki semua wanita di tempat saya bekerja.mohon tanggapannya ustadz..terimakasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s