Benarkah Cerita Tentang Roh Gentayangan? (Meluruskan Khurafat di Masyarakat)

Cover Buku-1

:: Kajian Akidah ::

Pertanyaan

“Apakah mungkin orang yang sudah meninggal, rohnya bergentayangan karena mati penasaran seperti dikisahkan dalam film-film horor? Atau cerita fulan bin fulan?”

Jawaban

Sedikit sekali ilmu yang Allâh berikan pada manusia tentang ruh. Maka berhati-hatilah, karena syaithân golongan jin berusaha menyelewengkan akidah umat ini, misalnya khurafat dari mulut ke mulut tentang ‘ruh gentayangan’. Padahal, seandainya ‘ruh gentayangan’ itu memang ada, maka yang paling memungkinkan adalah jelmaan jin yang bermaksud menyesatkan akidah umat.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isrâ’ [17]: 85)

Dalam tafsir al-Muntakhab dikatakan:

الروح من علم ربى الذى استأثر به ، وما أوتيتم من العلم إلا شيئاً قليلاً فى جانب علم الله تعالى

“Al-Ruh termasuk ruang lingkup ‘ilmu Allah, dan Allah tidak memberitahu manusia tentang ini melainkan hanya sedikit saja dari ilmu-Nya”

Menafsirkan penggalan ayat: مِنْ أَمْرِ رَبّى “(ruh) termasuk urusan Rabb-ku”. Dipaparkan dalam tafsir al-Muyassar:

أي من شأنه وعلمه الذي استأثر به ولم يعلمه غيره

“Yakni termasuk urusan Allah dan lingkup ilmu-Nya dan tidak ada yang mengetahui tentang ruh selain Allah.”

Ruh termasuk perkara ghayb. Oleh karena itu, berbicara tentang ruh harus merujuk pada dalil yang pasti (qath’iy) yakni al-Qur’an dan hadîts mutawâtir.

Imam al-Zamakhshariy dalam tafsirnya menuturkan:

أي من وحيه وكلامه ، ليس من كلام البشر

“Yakni berdasarkan wahyu dan kalam-Nya (al-Qur’an), bukan berdasarkan perkataan manusia.”

Maka, cerita tentang roh gentayangan yang disebarkan dari mulut ke mulut, dari fulan bin fulan, dari ‘dalil’ katanya tak bisa jadi dasar keyakinan ini. Maka, keyakinan adanya roh gentayangan merupakan keyakinan khurafat yang dibatalkan Islam. Lebih buruk lagi kedustaan klaim dukun yang mengaku sakti mampu menjembatani komunikasi antara manusia dengan roh orang yang sudah meninggal, dukun pendusta seperti ini bisa kita temukan dalam majalah perdukunan yang bebas ‘bergentayangan’ di alam Demokrasi kufur saat ini.

Di sisi lain, tidak ada satu pun dalil-dalil qath’iy yang memahamkan kita bahwa ruh yang keluar dari jasad manusia bisa bergentayangan, apalagi menampakkan diri menghantui orang-orang yang masih hidup. Tentang ‘hantu’, islam telah menjelaskannya sebagai berikut:

Dalam kitab Tahdziib al-Asmaa’ wa al-Lughaat, al-Hafizh al-Nawawi menjelaskan:

غول: قال الإمام أبو السعادات المبارك بن محمد المعروف بابن الأثير الجزري في نهاية الغريب في الحديث: “لا غول ولا صفر” الغول: أحد الغيلان، وهي جنس من الجن والشياطين

“Ghuul: Imam Abu al-Sa’adah al-Mubarak bin Muhammad yang dikenal dengan nama Ibn al-Atsir al-Jazariy dalam kitab Nihayatul Ghariib fii al-Hadiits menuturkan: (tidak ada hantu gentayangan dan tidak ada tabu di bulan safar). Al-Ghul: termasuk jenis bangsa jin dan syaithan-syaithan.”

كانت العرب تزعم أن الغول في الفلاة تتراءى للناس فتتغول تغويلا أي: تتلون تلونا في صور شتى، وتغولهم أي: تضلهم عن الطريق وتهلكهم، فنفاه النبي – صلى الله عليه وسلم – وأبطله

“Dahulu orang-orang arab mengira bahwa hantu di padang pasir mengintai manusia dan menakut-nakutinya: yakni mereka menceritakan tentang hantu dengan beragam gambaran, dan menakut-nakuti mereka yakni menyesatkan di jalan dan membahayakan mereka, maka Nabi SAW menafikan dan membatalkan keyakinan ini.”

وقيل: معنى “لا غول” ليس نفيًا لوجود الغول، بل هو إبطال لزعم العرب في تلونه بالصور المختلة واغتياله

“Dan dikatakan: “tidak ada hantu gentayangan” dalam hadits ini Rasul tidak menafikan keberadaan makhluk ini, namun beliau membatalkan persangkaan orang-orang ‘arab yang menceritakan tentangnya dalam beragam bentuk dan diyakini bisa membunuh.”

Seluruh penjelasan di atas, serupa dengan keterangan dalam kitab Tuhfah al-Ahwadzi. Penulisnya pun menuturkan:

قلتُ : الْأَمْرُ كَمَا قَالَ الْجَزَرِيُّ لَا شَكَّ فِي أَنَّهُ لَيْسَ الْمُرَادُ بِقَوْلِهِ : ” لَا غُولَ ” ، نَفْيُ وُجُودِهَا ، بَلْ نَفْيُ مَا زَعَمَتْ الْعَرَبُ مِمَّا لَمْ يَثْبُتْ مِنْ الشَّرْعِ

“Saya katakan: hal ini sebagaimana dinyatakan Imam al-Jazariy bahwa tidak ada keraguan bahwa yang dimaksud dalam hadits ini: “tidak ada ghul” bukan menafikan keberadaannya, namun membatalkan persangkaan-persangkaan orang-orang arab yang tidak ditetapkan syari’at (bertentangan dengan islam).”

Maka tidak ada roh gentayangan, semua manusia yang wafat akan kembali kepada Allâh (tidak ditemukan informasi dalil-dalil yang menyatakan roh bisa bergentayangan):

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. al-Sajdah [32]: 11)

Lihat pula QS. Fushshilat [41]: 30, QS. Al-Fajr [89]: 27-30, QS. Al-An’âm [6]: 93, QS. Al-Mu’minûn [23]: 99-100.

Maka, penulis berpesan berhati-hatilah terhadap khurafat semacam ini:

http://www.mytrans.com/video/2011/12/08/1/3/82/243/hantu-hotel

3 comments on “Benarkah Cerita Tentang Roh Gentayangan? (Meluruskan Khurafat di Masyarakat)

  1. […] Benarkah Cerita Tentang Roh Gentayangan? (Meluruskan Khurafat di Masyarakat) […]

    Suka

  2. […] [41]: 30, QS. Al-Fajr [89]: 27-30, QS. Al-An’âm [6]: 93, QS. Al-Mu’minûn [23]: 99-100.(sumber).Wallaahu a’lam bi al-shawaab Kumpulan Artikel Menarik | Tips Cara Terbaik Tips Cara Terbaik […]

    Suka

  3. […] [41]: 30, QS. Al-Fajr [89]: 27-30, QS. Al-An’âm [6]: 93, QS. Al-Mu’minûn [23]: 99-100.(sumber).Wallaahu a’lam bi al-shawaab Kumpulan Artikel Menarik | Tips Cara Terbaik Tips Cara Terbaik […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s