Apa Agama yang Dipeluk Bangsa Jin?

Cover Buku-1

Pertanyaan
“Apa agama yang dipeluk bangsa jin? Apakah semua jin itu syaithan yang menggoda manusia?”

Jawaban
Allâh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Al-Dzâriyât [51]: 56)

Ayat yang mulia di atas menunjukkan bahwa bangsa jin –sebagaimana manusia- dikenai taklif syari’at untuk senantiasa ta’at kepada Allâh dan Rasul-Nya Sebagaimana ditegaskan dalam kitab Mu’jam Lughah al-Fuqâhâ’ dengan istilah “مكلفون كالإنسان”. (Lihat: Mu’jam Lughatil Fuqaha’, Prof. Dr. Muhammad Rawwas Qal’ah Ji)

Jin sama seperti manusia, kapasitas iman mereka bertingkat-tingkat. Ada yang shalih ada juga yang thâlih (ahli maksiat), ada yang mukmin ada juga yang kafir.

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shalih dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin [72]: 11)

Rasûlullâh dengan Risalah Islam yang diembannya merupakan rahmat bagi seluruh alam, begitu pula bagi bangsa jin.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

”Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS al-Anbiyâ’ [21]: 107)

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنْفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al-An’âm [6]: 130)

Imam Fakhruddin al-Razi menuturkan dalam tafsirnya:

وقوله : { رُسُلٌ مّنكُمْ } اختلفوا هل كان من الجن رسول أم لا؟ فقال الضحاك : أرسل من الجن رسل كالإنس وتلا هذه الآية وتلا قوله : { وَإِن مّنْ أُمَّةٍ إِلاَّ خَلاَ فِيهَا نَذِيرٌ

“Dan firman Allah (Rasul-rasul dari golongan kamu): para ulama berbeda pendapat apakah ada atau tidak rasul-rasul dari kalangan bangsa jin? Al-Dhahhak mengatakan: “Allah mengutus rasul-rasul dari kalangan jin seperti rasul dari kalangan manusia,” dan al-Dhahhak pun membaca ayat ini dan ayat: “…..Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.”TQS. Fathir: 24) (ini adalah pendapat pertama-pen.)

والقول الثاني : وهو قول الأكثرين : أنه ما كان من الجن رسول البتة ، وإنما كان الرسل من الأنس ….. ويمكن أن يستدل فيه بقوله تعالى : { إِنَّ الله اصطفى آدَمَ وَنُوحًا وَءالَ إبراهيم وَءالَ عمران عَلَى العالمين }

“Pendapat kedua: “Ini adalah pendapat mayoritas ulama: bahwa tidak ada sama sekali rasul dari kalangan bangsa jin, yang ada hanya rasul dari kalangan bangsa manusia, dalil pendapat ini adalah firman-Nya: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (TQS. Ali ‘Imran: 33)

Mengomentari pendapat al-Dhahhak, Imam al-Razi mengatakan:

…..فلم يلزم من ظاهر هذه الآية إثبات رسول من الجن. الثاني : لا يبعد أن يقال : إن الرسل كانوا من الأنس إلا أنه تعالى كان يلقي الداعية في قلوب قوم من الجن حتى يسمعوا كلام الرسل ويأتوا قومهم من الجن ويخبرونهم بما سمعوه من الرسل وينذرونهم به ، كما قال تعالى : { وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَراً مّنَ الجن } فأولئك الجن كانوا رسل الرسل ، فكانوا رسلاً لله تعالى ، والدليل عليه : أنه تعالى سمى رسل عيسى رسل نفسه . فقال : { إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثنين

“Dan pemahaman yang tampak dari ayat ini tidak mesti menetapkan adanya rasul-rasul dari kalangan bangsa jin. Dan tidak jauh kebenarannya jika dinyatakan: Sesungguhnya rasul-rasul itu dari kalangan manusia, disamping bahwa Allah SWT pun menganugerahkan sifat da’i ke dalam qalbu kalangan bangsa jin hingga mereka menyimak perkataan-perkataan para rasul (dari bangsa manusia), setelah itu mereka mendatangi kaumnya dari bangsa jin dan mengabarkan apa yang mereka dengar dari para rasul dan memperingatkan bangsa jin dengannya, sebagaimana firman Allah: “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran…” (TQS. al-Ahqaaf: 29), Maka jin-jin ini menjadi rasul (utusan) para rasul, yang (secara tak langsung) menjadi rasul (utusan) untuk Allah SWT pula, dalil pemahaman ini bahwa Allah SWT menamai utusan-utusan ‘Isa dengan lafazh para rasul itu sendiri, Allah SWT berfirman: “(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan…” (TQS. Yaasiin: 14)

Dalam tafsir al-Muyassar dinyatakan:

وظاهر النصوص يدلُّ على أنَّ الرسل من الإنس فقط

“Keterangan dari nash-nash yang ada menunjukkan bahwa para rasul itu hanya dari kalangan bangsa manusia.”

Al-‘Allamah al-Imam al-Suyuthi menegaskan bahwa mayoritas ulama berpendapat bahwa belum pernah ada seorang Rasul maupun Nabi dari bangsa jin. Demikian riwayat dari Ibnu Abbas, Mujahid, al-Kalaby dan Abu ‘Ubaid.

Al-Hafizh al-Imam Ibnu Katsir, ketika menjelaskan surat al-Ahqâf mencantumkan sejumlah riwayat yang menunjukkan bahwa pertemuan Rasûlullâh dengan para jin bukan satu kali saja, tetapi beberapa kali. Hal itu dilakukan dalam rangka mengajarkan Islam kepada para jin. Keterangan-keterangan shahîh ini begitu tegas menjelaskan bahwa Rasûlullâh pun berdakwah pada bangsa jin sehingga di antara mereka banyak yang memeluk Islam.

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ (٢٩) قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ (٣٠) يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (٣١)

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’ân, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur’ân) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allâh dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allâh akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.” (QS. Al-Ahqâf [46]: 29-31)

Ayat berikut ini menjelaskan bahwa ketika Rasûlullâh membaca al-Qur’ân, ada sekelompok jin yang ikut mendengarkan bacaannya, lalu mereka mengimaninya.

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا (١) يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا (٢)

“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’ân), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’ân yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Rabb kami.” (QS. Al-Jin [72]: 1-2)

Al-‘Alim Hatim al-Syarbatiy dalam kitabnya menjelaskan:

ومفهوم الآيات السابقات يُعلمنا أن من الجان المسلم ومنهم الكافر كما في الإنسان

“Pelajaran dari ayat-ayat ini (baca: QS. al-Jin: 1-15) memahamkan kita bahwa dari golongan jin ada yang muslim ada pula yang kafir sebagaimana manusia.” (Lihat: Ma’a al-Jin wa al-Sihr)

والله أعلم بالصواب

This entry was posted in Akidah.

2 comments on “Apa Agama yang Dipeluk Bangsa Jin?

  1. myislammedia mengatakan:

    Alhamdulillah terima kasih atas perkongsian ini.
    Di sini juga terdapat info berkaiatan dengan jin
    Usrah: Bangsa Jin – Ustaz Mohamed Hanafiah Abdul Malek

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s